Blogger Template by Blogcrowds

.

askep hematologi



REVIEW HEMATOLOGI

ELEMEN – ELEMEN DARAH :
    a.  Plasma, terdiri dari air (90 %) dan 10 % berupa        gas terlarut, elektrolit, glukosa, lemak,     kolesterol dan vitamin, komponen protein :     asam amino, albumin, imunoglobulin serta     komponen koagulasi dan komplemen.
   b. Elemen – elemen :
   1. Sel darah merah (RBC) atau eritrosit
   2. Sel darah putih (leukosit)
   3. Platelet / keping darah (trombosit)

HEMATOPOESIS

Terjadi di hati dan limpa pada janin, dan sumsum tulang belakang setelah lahir

ERITROSIT

Tidak memiliki inti sel, mitokondria atau ribosom
Hb mrp protein dalam ruang intrasel eritrosit
Masa hidup 120 hari
Dapat berubah bentuk saat bersirkulasi

INDEKS SEL DARAH MERAH

Dilihat dari nilai Ht, konsentrasi Hb dan hitung sel darah tepi terdiri dari :
Mean cospuscular volume (MCV), indikasi untuk ukuran sel darah merah seperti Normositik ; sel yang ukurannya normal, Mikrositik ; sel yang ukurannnya kecil, Makrositik ; sel yang ukurannya besar
Mean corpuscular hemoglobin (MCH) indikasi untuk ukuran berat Hb dalam eritrosit seperti Normokrom ; sel dg jumlah Hb yang normal, Hipokromik ;jumlah Hb sedikit dan Hiperkromik ; jumlah Hb banyak

Mean corpuscular hemoglobin concentration (MCHC), perkiraan konsentrasi Hb dalam single red blood cells

    MCHC =  Hb (g/dl) x 100
                Ht (%)
Hemoglobin
Terdiri dari hem dan globulin,
Setiap molekul Hb memiliki 4 tangkai yang berikatan dengan oksigen.
Hb yang jenuh mengikat oksigen secara total atau penuh, sedangkan Hb yang jenuh parsial atau mengalami deoksigenasi memiliki saturasi kurang dari 100 %
Tugas akhir Hb adalah menyerap CO2 dan ion hidrogen, yang akan dibawa ke paru untuk dikeluarkan melalui pernafasan.

Hb fetus memiliki 2 rantai α dan 2 γ, yang memiliki afinitas yang tinggi terhadap oksigen
Menjelang kelahirannya Hb fetus memiliki 2 rantai α dan 2 rantai β sprt dewasa.
Hematokrit mengindikasikan volume paket sel darah merah yang biasanya nilainya mendekati 3 kali lipat nilai Hb.

PEMECAHAN ERITROSIT
Eritrosit akan lisis setelah berumur 120 hari
Hb akan dilepaskan oleh sel darah merah tsb  diuraikan di hati dan limpa  molekul globulin diubah  asam amino
Besi (Fe) disimpan di hati dan limpa untuk digunakan kembali
Sisa molekul lainnya diubah menjadi bilirubin  diekskresikan mll feces dan urin

LEUKOSIT

Merupakan sel – sel yang bergranula : eosionofil, basofil dan neutrofil dan tidak bergranula : Limfosit T dan B, monosit, makrofag.
Limfosit B bersirkulasi dalam darah, saat ada antigen maka limfosit B akan berikatan dengan antigen (Rx antigen – antibodi)
Limfosit T yang belum matang bermigrasi menuju thymus, setelah matang beredar dalam darah, jika bertemu antigen, limfosit T akan mengeluarkan zat – zat kimia yang melawan m.o patogen serta menstimulai leukosit lainnya.
Monosit terbentuk di sum – sum tulang belakang, masuk ke dalam sirkulasi dalam bentuk immatur dan mengalami proses pematangan menjadi makrofag setelah masuk jaringan.
Makrofag dapat tetap berdiam di jaringan, atau digunakan dalam reaksi peradangan segera setelah sel ini matang.
Neutrofil, basofil dan eosionofil berfungsi sebagai fagosit
Selain itu basofil berfungsi sbg sel mast dan mengeluarkan peptida vasoaktif


TROMBOSIT
Merupakan fragmen sitoplasma, yang berperan mengontrol perdarahan.
Bekerja sama dengan leukosit lainnya dalam proses peradangan dan penyembuhan

LIMPA

Sebuah organ kecil yang terletak di rongga abdomen kiri atas
Mrp Organ limfoid sekunder, yang berbeda dari thymus dan sum – sum tulang.
Limpa banyak mendapatkan suplai darah dari arteri lienalis (splenika), sebuah cabang aorta abdominalis.
Susunan vaskular limpa mengedarkan m.o, sel mati, sisa – sisa lainnya melalui makrofag dan limfosit


FUNGSI LIMPA

Membersihkan darah dari sel darah merah yang lisis dan mencerna mikoroorganisme patogen melalui makrofag
Tempat penyimpanan zat besi hasil dari metabolisme Hb, untuk digunakan kembali oleh tubuh.
Jika tidak terdapat limpa akan terjadi defisiensi zat besi


KELENJAR LIMFE
Kapsul kecil jaringan limfoid yang tersebar di seluruh tubuh ( sistem limfatik, dekat vena limfatika)
Mengandung limfosit, monosit dan makrofag fagositosis
Kelenjar yang terdekat dgn infeksi, terpajan ke mikroorganisme dlm jumlah besar  makrofag dan limfosit berproliferasi  pembesaran kelenjar

PEMBATASAN FUNGSI TROMBOSIT

Penimbunan trombosit yang berlebihan  penurunan aliran darah ke jaringan (sumbatan)  jika lepas  trombus / embolus
Untuk mencegah emboli  trombosit mengeluarkan tromboksan A2  merangsang penguraian trombosit  vasokontriksi lebih lanjut pd pemb.darah
Sel – sel yang tidak cedera didekatnya mengeluarkan prostaglandin (antagonist tromboksan A2) atau disebut prostasiklin I2  agregasi trombosit dan vasodilatasi pembuluh darah shg terjadi hemostatis
Bahan lain yang dikeluarkan trombosit adalah anti heparin suatu zat yang menghambat efek heparin dalam proses pembekuan darah.

BEKUAN DARAH

Sumbatan trombosit semakin kuat seiring dengan pembesarannya dan menghambat sirkulasi sel- sel darah merah dan makrofag
Keseluruhan bekuan distabilkan oleh jaringan serat fibrin

skeletal

SKELETAL

Jenis-jenis otot

 Otot Rangka ( Motoris ),bersifat Volunter atau mudah lelah.
Contohnya : Otot kepala,otot bahu,otot leher dan otot dada.
 Otot Jantung,bersifat Involunter atau tidak mudah lelah.
Contohnya : Otot Jantung.
 Otot Polos,bersifat involunter.
Contohnya : Otot dinding usus,otot uretra dan uterus.


Otot skeletal
Otot skeletal membentuk kira-kira 40 persen dari berat tubuh keseluruhan.berfungsi dalam membuat pergerakan volunter dan menahan tegaknya tubuh.masing-masing otot terbungkus dalam selaput jaringan penunjang dan terdiri dari banyak serat otot,yang memanjang dalam otot dan panjangnya dari 1sampai 40 mm.serat otot terbungkus dalam bundel yang dikelilingi oleh selaput tipis.masing masing serat-serat dari miofibril,masing masing miofibril terdiri dari struktur yang kecil yang disebut miofilamen.
Saraf pada otot terdiri dari serat motorik dan sensorik dalam proporsi yang sama : serat saraf motorik terdapat dalam badan abu-abu dari medula spialis atau batang dan mensuflai sekelompok serat otot,menycebarkan cabang dari masing-masing serat. Masing-masing dari percabangan tersebut berakhir pada motor end plate (GBR. 7.2), struktur yang terletak pada serat otot. Serat syaraf sensorik bermula pada spinel otot, struktur tipis yang panjang terletak dalam tara serat tot dakat dengan perlekatan otot ke tendron.


Nama-nama otot

Letak dan ukuranya

Paktorallis mayor yaitu otot besar pada dada.
Gluteus maximus yatu otot besar pada region glutea.
Latisimusdorsi yaitu otot yang terdapat pada punggung.
Letak dan fungsinya
Flekor digitorum superfisialis yaitu flekskor superfisial dari jari- jari.
Lefator ani yaitu yang terdapat pada anus.
Letak dan bentuknya
Bisep brasialis yaitu otot dua kepela dari lengan.
Rektus femoris yaitu otot perenggang dari paha.
Tulang atau rawan
Sternomastoideus yaitu melekat pada prosessus sternum dan
mastoid.
Sternotiroideus yaitu melekat pada rawan sternum dan tiroid.
Perlengkapan tulang
Sebagian besar otot meleka pada kekua ujung tulang,asal dari otot adalah lebih pada dimana dia melekat.

Tendon
Adalah sekumpulan jaringan penunjang tempat otot dapat melekat dan tempat ujung lainya.

Kotraksi otot
Penggerak utama : kelompak ini merupakan otot utama yang terlibat dalam satu gerakan.
Anagonis adalah otot dengan aksi yang berlawanan dengan penggerak utama.

Otot fiksasi
Dengan meningkatkan teggangan otot keselarasan dari persendian harus benar-benar terjaga apabila aksi tersebut ingin dapat di teruskan dengan tepat.


Otot-otot penting pada tubuh

Otot pada wajah dan kulit kepala
Otot wajah adalah tipis,kecil atau sempit, dan merupakan otot-otot ekpreswajah. Orbikularis okuli yaitu otot yang meligkari sekitar mata dan pada sekitar mata serta dengan kontraksinya mata menjadi tertutup.Orbikularis okuli oris yaitu otot-otot yang melingkari sekitar mulut dan bibir. .M.frontalis yaitu lapisan otot tipis di bawah kulitdahi. M.oksipitalis adalah otot belakang kepala.

Otot-otot pengunyah

M.masseter ialah oblong (berbentuk segi empat dan melekat pada arkus zigomatikus di sebelah atas dan pada angulus mandibularis sebelah bawah M.temporalis adalah otot kipas yang bermula disisi tengkorak diinsersikan oleh tendon ke dalam processus koronoideus mandibularis.

Otot-otot pada leher
M.sternakloidemastoid adalah otot prominen pada sebelah sisi leher.bagian atas dari M.trapezius terletak secara superfisial pada sebelah belakang leher.
Segitiga pada leher di bagi oleh M.sternomastoid dalam segitiga anterior dan prosterior.

Otot-otot pada lengan
Korset Bahu
M.travezius adalah otot yang memanjang dari oksipitale dan di bawah spina servikalis dan vertebra thorakik ke luar akromion dan spina skapula.
Serratus anterior diawali dengan digitasi dari permukaan luar tulang rusuk ke9 dan ke 8 dan memanjang ke arah belakang diantara dinding dada dan bagian depa
N skapula masuk ke dalam perbatasan medialis tulang.Deltoid adalah otot yang tebal di atas bahu.
Lengan Atas
Brakhialis bisep di mulai dengan dua kaput:satu dari processus korakoid skapula yang lainnya dari skapula tepat di atas fosa glenoidus.Trisep Brakhialis di mulai oleh tiga kepala dari skapula dan bagian belakang korpus humeri dan memanjang ke bawah belakang lengan masuk ke dalam olekranon ulna.
Lengan Bawah
Anterior
Otot-otot utama di depan lengan bawah adalah otot-otot superfisial dan fleksor pada jari-jari,fleksor ibu jari dan Otot-otot yang beraksi pada tulang-tulang pergelangan.
Posterior
Otot-otot ektensor dari pergelangan tangan dan jari berakhir pada tendon yang masuk dalam tulang pada pergelangan atau sebelah belakang palangeus.

Tangan
M. tenar adalah otot yang beraksi pada ibu jari dan membentuk thenar eminem.pothenar adalah otot kecil pada jari keligking dan membentuk hipotenar eminen.

Otot-otot pada dinding dada aterior dan posterior

Rektus abdominalis memanjang dari depan sisi atas kostal ke bawah pubik.Oblique eksternal,Oblique internal dan tranversus abdominalis adalah membentuk dinding dada pada sisi-sisi dan di sebelah depan.

Otot-otot dinding dada posterior

Quadratus lumborum adalah otot persegi pendek pada belakang abdomen,memanjang dari rusuk 12 di atas persimpangan iliaka di bawah.


Diafragma
Diafragma merupakan otot yang penting dalam pernafasan .kontraksi dari serat diafragma yang menyebabkan tendon mendorong ke arah bawah dan membentuk ruang diantara menjadi besar.

Otot – otot di punggung

Spina erektor terdiri dari masa serat otot berasal dari belakang sakrum dan bagian perbatasan tulang.Latisimus dorsi adalah otot datar yang berada pada belakang punggung.

Otot-otot tungkai

Bokong
Gluteus maksimus,Gluteus medium,gluteus minimus adalah otot-otot yang ada di bokong.otot tersebut timbul dari permukaan sebelah ilium dengan gluteus maksimus yang sebagian timbul dari belakang sakrum.

Paha
Quardrisep femoris adalah terdiri dari empat buah rektus abdominus,vastus medialis ,vastus laterlis,vastus intermedius.

Kelompok posterior
Bisep femoris ,semitendinsus,adalah hamstring pada sebelah belakang pahat.otot tersebut timbul dari Tuberositi iskial.

Tungkai di bawah lutut

Kelompok anterior
Tibialis Anterior,Ektensor halukis longus,Ekternal digitorum longus timbul dari tibia,fibula dan ligamen Interosus diantara dua tulang,memanang ke bawah tungkai,menjadi tendon dan terisensi melaluinya ke dalam tulang tarsus dan palangeus.

Kelompok posterior
Gastroknemius,soleus,tibialis posterior dan fleksor digitorum longus dari betis.

Telapak kaki

Sebagai tambahan tendon dari otot-otot fleksor yang melewatinya,
Mengandung beberapa otot kecil yang mempunyai aksi pujung kaki.Telapak kaki merupakan struktur yang melengkung dengan lengkugan logitudinal dan Tranversal.


Pertanyaan-pertanyaan

1. Apa yang di maksud dengan Tulang Sesamoid?
2. Jelaskan proses penyambungan tulang?
3. Kenapa si tulang tangan bisa berbunyi?
4. Apakah bentuk tulang rawan tetap atau tidak?
5. Kenapa bisa terjadi Osteoporosis?
6. Maksud Osteoklast menyerap tulang
7. Maksud dan proses deposit kalsium?
8. kenapa tulang bisa bengkok setelah terjadi cidera pada tulang?
9. Apakah di alat kelamin ada tulang?
10. kenapa di otot terjadi parises?
11. Pegal-pegal disebabkan karna apa?
12. Maksud Diafragma mengendor ?
13. Kenapa suka terjadi kram ?
14. Jenis jenis kelainan otot?
15. kenapa Otot bisa menbesar?
16. Bagaimana cara penyembuhan ”pecah ot


Jawaban Pertanyaan :

1. Tulang Sesamoid adalah termasuk lain yang berkembang dalam Tendon otot-otot dan dijumpai didekat sendi.
Contohnya tulang Pattela.
2. Dengan cara pembidayan yaitu : Benda keras yang ditempatkan pada daerah yang patah,dengan cara pemasangan Gips,dengan melakukan pembedahan internal.
3. Karena ada sendi Kapometakarpal yang memungkinkan jari tangan untuk bisa berbunyi.
4. Tetap,tetapi pada saat masih bayi tulang itu lunak dan saat dewasa mengeras.
5. Suatu keadaan dimana kemampuan tulang sudah mejadi tulang yang rapuh dan mudah patah disebabkan karena kekurangan kalsium.
6. Ostoklast adalah sel yang besar dengan banyak inti dan biasanya ditemukan ketika tulang mengalami reabsorbsi memecah atau melarutkan dalam keadaan normal.
7. Garam kalsium mulai mengendap pada serat-serat kolagen.
8. Karena proses penyembuhanya tulang tidak efektif.
9.Tidak ada, hanya otot-otot yang memungkinkan untuk dapat berkontraksi dengan adanya rangsang dari luar.
10. Pelebaran pembuluh darah akibat kerja otot terlalu di paksakan.
11. Karena ada penumpukan asam laktat di otot.
12.Terjadi karena saat itu sedang mengalami proses ekspirasi sehingga menjadi mengendor.
13.Terjadi karena aktifitas otot yang terus menerus sehingga otot menjadi kejang.
14. Kelainan pada otot yaitu
a.tetanus
b.astropi otot
c.gangguan kesalahan aktifitas
d.hernia abdominalis
15. karena di dalamnya ada serabut otot yang apabila otot-otot itu selalu bergerak aktif maka serabut otot itu akan membesar.
16. Dengan cara menyuruh si penderita untuk beristirahat, memberikan steroid agar tidak terinfeksi.

SISTEM ENDOKRIN




Kelenjar Hipopisis

Kelenjar hipopisis terletak dibawah batang otak. Bahwa kelenjar tersebut mempunyai sasaran berbagai kelenjar endokrin lain, sehingga kelenjar ini disebut juga sebagai kelenjar penguasa, dalam perkembangnnya kelenjar hipopisis berasal dari dua jaringan terpisah

1. Nerohipopisis
bagian kelenjar hipopisis ini berasal dari lanjutan jaringan otak, sehingga strukturnya mirirp dengan jaringan syaraf. Sel-sel penghasil hormonnya sendiri tidak berada di hipopisis melainkan di batang otak

2. Adenohipopisis
hipopisis ini merupakan sebagai sebuah kelenjar namun sebenarnya mengandung berbagai sel-sel kelenjar yang masing-masing menghasilkan jenis hormone yang berbeda

Hipotalamus

Hipotalamus merupakan bagian dari batang otak, sehingga jaringan ini termasuk dalam system syaraf otak namun sel-sel syaraf dalam hipotalamus mampu menghasilkan bahan kimia yang dapat mempengaruhi sel-sel kelenjar endokrin

Kelenjar Tiroid

Kelenjar tiroid terdapat di leher berbentuk sepert perisai untuk membuat hormonnya, yaitu tiroksin dan triiodotironin diperlukan bahan yodium
Pelepasan hormone tiroid dirangsang oleh kelenjar adenohipopisis yaitu tiroid stimulating hormone atau hormone tirotropik. Peningkatan metabolisme dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung dan jari-jari bergetar,kelebihan hormon tiroid kadang-kadang disertai dengan tanda bola mata melotot


Kelenjar Paratiroid

Pelepasan hormone ini juga dirangsang oleh hormone yang dihasilkan oleh kelenjar adenohipopisis. Kekurangan kelenjar ini dapat menyebabkan penyakit tetani, yaitu sering timbulnya kontraksi otak dampai dalam bentuk kejang-kejang walaupun oleh rangsangan yang sangat lemah pada otot


Kelenjar Andrenal

Kelenjar ini terletak pada ujung atas setiap ginjal, sehingga dinamakan juga kelenjar suprarenal, bagian korteks kelenjar adrenal menghasilkan hormone kortikosteroid, pelepasan hormone ini diatur oleh ACTH yang dihasilkan oleh kelenjar adenohipopisis. Adrenalin selain dihasilkan sebagai hormone oleh kelenjar endokrin juga dihasilkan oleh ujung-ujung akson syaraf untuk meneruskan impuls syaraf maka adrenalin juga digolongkan dalam neurotransmitter




Peran sistem endokrin

1. Mempertahankan homeostatis dengan mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit, keseimbangan kerja enzim dan metabolisme protein, lemak dan karbohidrat serta substansi kimia lainnya.
2. Membantu mensekresikan hormon-hormon yang bekerja dalam sistem persyarafan sehingga membantu tubuh tetap dalam keadaan seimbang dan selalu siap dalam menghadapi keadaan stress
3. berperan dalam pengaturan pertumbuhan dan perkembangan
4. Kontrol perkembangan seksual dan reproduksi

Sistem endokrin disusun atas klenjer-kelenjar ednokrin yang mensekresikan bahan-bahan kimia ke ruang ekstraseluler dan kemudian memasuki pembuluh darah dan mengikuti sirkulasi ke seluruh tubuh untuk menuju organ target.



Sifat alami hormon

Hormon adalah senyawa kimia yang khusus diproduksi oleh kelenjar endokrin tertentu.
Hormon terbagi kedalam hormon setempat dan hormon umum. Sontoh dari hormon setempat adalah asetilkolin yang dilepaskan oleh bagian ujung-ujung syaraf parasimpatis dan syaraf rangka. Sekretin yang dilepaskan oleh dinding duodenum dan diangkut dalam darah menuju pankreas untuk menimbulkan sekresi pankreas, kolesistokinin yang dilepaskan dalam usus halus dan diangkut ke kandung empedu sehingga timbul kontraksai kandung empedu dan pankreas sehingga timbul sekresi enzim. Hormon-hormon tersebut memiliki efek setempat yang khusus sehingga disebut dengan hormon setempat
Sebagian besar hormon umum disekresikan oleh kelenjar endokrin yang khusus. Beberapa hormon umum mempengaruhi semua atau hampir semua sel tubuh seperti hormon pertumbuhan yang disekresikan oleh kelenjar hipofisis anterior dan hormon tiroid yang berasal dari kelenjar tiroid yang meningkatkan kecepatan sebagian besar reaksi kimka dihampir seluruh sel tubuh.
Hormon-hormon lain hanya mempengaruhi jaringan spesifik yang disebut jaringan target, sebab hanya jaringan tersebut yang mempunyai reseptor sel target spesifik yang akanmengikat hormon-hormon yang sesuai agar dapat memacu kerja dari hormon.



Segi kimiawi hormon

Secara kimiawi hormon dapat dibagi dalam tiga tipe yaitu:
1. Hormon steroid: Sebagian besar tipe ini berasal dari kolesterol. Berbagai hormon steroid yang berbeda disekresi oleh: Korteks adrenal (kortisol dan aldosteron), Ovarium (estrogen dan progesteron), testis (testosteron) dan plasenta (estrogen dan progesteron).
2. Derivat asam amino tirosin: Tiroksin, an triiodotironin, epinefrin, dan norepinefrin
3. Protein atau peptida: Pada dasarnya semua hormon endokrin yang penting dapat merupakan derivat protein, peptida atau derivat dari keduanya.



Penyimpanan dan sekresi Hormon

Semua hormon protein dibentuk oleh retikulum endoplasma granular dari sel-sel kelenjar. Protein pertama yang dibentuk merupakan molekul besar yang disebut preprohormon. Protein selanjutnya di pecah menjadi prohormon. Prohormon diangkut dalam vesikel pengangkut retikulum endoplasma menuju badan golgi dan dipecah menjadi hormon protein aktif bentuk akhir. Hormon dipadatkan dan disimpan dalam vesikel sekretorik atau granula sekretorik. Hormon akan tetap disimpan sampai dengan ada sinyal spesifik misalnya sinyal syaraf, hormon lain atau sinyal kimiawi atau fisik setempat.
Kelompok hormon yang berasal dari tirosin dibentuk oleh kerja enzim dalam ruang sitoplasma sel glandular. Pada hormon medula adrenal yaitu epinefrin dan norepinefrin keduanya akan diabsorpsi kedalam vesikel yang telah terbentuk sebelumnya dan akan disimpan sampai saatnya disekresikan. Hormon tiroksin dan triiodotironin sebaliknya, dibentuk pertama kali sebagi bagian dari molekul protein besar yang disebut dengan tiroglobulin dan bentuk inilah yang disimpan dalam folikel besar di dalam kelenjar tiroid. Sewaktu hormon tiroid ini akan disekresikan maka sistem enzim yang spesifik yang terdapat didalam sel glandular tiroid akan ememcah kolekul tiroglobulin itu sehingga memungkinkan hormon tiroid dapat dilepaskan ke dalam darah.
Hormon steroid yang dibentuk didalam korteks adrenal, ovarium atau testis akan disimpan dalam jumlah sedikit di sel glandular tetapi sejumlah besar sel prekursor terutama kolesterol dan berbagai bahan perantara terdapat di dalam sel. Dengan rangsangan yang sesuai enzim yang terdapat didalam sel ini dalam beberap menit akan menyebabkan perubahan kimiawi yang dibutuhkan bagi hormon akhir yang kemudian akan segera diikuti dengan sekresi hormon tersebut.

Hormon di sintesa dari material-material yang ada dalam sel dan disekresikan kedalam ruang ekstraseluler dan memasuki pembuluh darah melalui kapiler-kapiler yang melalui kelenjar tersebut. Hormon yang merupakan steroid larut dalam lemak dan kelarutannya dalam air yang ada dalam plasma sangat buruk sehingga harus ditransportasi dalam darah yang dikombinasi dengan Plasma globular protein. Hormon yang merupakan protein mudah larut dalam air sehingga dapat bersirkulasi dengan bebas didalam sistem sirkulasi. Beberapa hormon dari protein ada yang memerlukan protein pembawa untuk sampai ke sel target.




definisi dari zat

ORGANISASI TINGKATAN SEL

Sel merupakan :
Unit Fondasi dari semua organisme hidup.
Dasar struktur dan fungsi tubuh.
Mampu melakukan proses – proses yang berhubungan dengan kehidupan.

Sel terdiri dari bagian-bagian :
1. membran plasma : bagian luar sel yang memisahkan sel dari lingkungan sekitarnya.
2. sitoplasma : zat antara inti dengan membran plasma.
3. organel : komponen di dalam sel yang sangat spesial dan dapat melakukan aktivitas sel yang khusus.
4. inklusion : tempat-tempat penyimpanan bahan-bahan tertentu dari sel.

PERGERAKAN ZAT
DIFUSI
Pergerakan molekul dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Banyaknya molekul yang terdifusi tergantung :
Suhu : makin tinggi suhu makin besar difusi
Konsentrasi : makin besar perbedaan konsentrasi antara 2 lokasi makin besar difusi
Besarnya molekul
Media
Luas permukaan : makin luas permukaan makin luas difusi


DIFUSI MELINTASI MEMBRAN
DIFUSI BERFASILITAS
OSMOSIS
Pergerakan/ difusi molekul air dari konsentrasi air tinggi ke konsentrasi air rendah, melewati membran selektif permeabel atau semi permeabel
FILTRASI
Pergerakan molekul – molekul air dari zat – zat terlarut ( Na+, Cl-, glukosa, dll.) melintasi suatu membran selektif permeabel disebabkan oleh adanya tekanan mekanis
DIALISA
Difusi dari zat – zat terlarut melalui suatu membran selektif permeabel, sehingga terjadi pemisahan molekul kecil dari molekul – molekul besar

PROSES AKTIF
Poses aktif dibagi menjadi transport aktif primer, sekunder, fagositosis dan finositosis
Transport aktif primer
Transport aktif sekunder
Phagositosis dan phinositosis


1. TRANSPORT AKTIF PRIMER
Seperti pada difusi berfasilitas, transport aktif primer juga menggunakan protein integral membran, hanya disini digunakan energi yang berasal dari ATP untuk mentransport suatu molekul dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi
Ada 3 jenistransport aktif primer yaitu :
Pompa Na+, K+ : Na+ dipompa ke luar sel dan K+ kedalam sel
Pompa Ca++ : yang memompa Ca++ ke luar sel
Pompa H+ : yang memompa H+ ke luar sel
2. TRANSPORT AKTIF SEKUNDER


3. Phagositosis dan pinositosis
suatu cara lain agar suatu zat bisa masuk ke dalam sel tanpa harus menembus struktur membran plasma.
Phagositosis disebut juga “sel sedang makan“
Pinositosis disebut juga “sel sedang minum”

Fungsi dasar sel

Mendapat makanan dan oksigen dari lingkungan
Tempat terjadinya reaksi kimia
Melakukan sintesis protein
Mengontrol perubahan ekstrem zat
Sensitif dan responsif terhadap perubahan

Fungsi dasar sel

Mendapat makanan dan oksigen dari lingkungan
Tempat terjadinya reaksi kimia
Melakukan sintesis protein
Mengontrol perubahan ekstrem zat
Sensitif dan responsif terhadap perubahan

Organel sel

Nukleus
Mitokondria
Retikulum endoplasma
Ribosom
Badan golgi
Lisososm
Mikrotubul
Sentrosom

faktor yang mempengaruhi enzim

Faktor Yang Mempengaruhi Enzim

Suhu
Konsentrasi Substrat
pH
Luas Permukaan Substrat

Enzim Lambung

Pepsin (bentuk tidak aktif : Pepsinogen)
Mengubah protein menjadi pepton dan proteosa
Renin
Menggumpalkan kasein susu (ada pada balita)

Ptialin

Enzim golongan amilase yang merubah polisakarida(amilum/pati) menjadi disakarida (maltosa/dekstrin)
Dihasilkan oleh kelenjar ludah (saliva gland)

Metabolisme Karbohidrat

Glikolisis
Merubah glukosa menjadi asam piruvat (secara aerob)/asam laktat (secara anaerob). Asam laktat akan menumpuk di jaringan (otot) menyebabkan rasa pegal-pegal.

1 molekul karbohidrat akan menghasilkan 38 ATP X 7 kkal =266 kkal
Mr C6H12O6= 180 g/m, untuk mendapatkan 1 mol glukosa dibutuhkan 180 gr glukosa.


BERAT BADAN IDEAL
BI = (tinggi badan-100) – (10%.[TB-100)
coba hitung berat ideal dari mahasiswa yang memiliki berat 175?
jawab :
BI = (175-100) –(10%.[175-100)
= 75 –7,5
= 67,5 kg

Lemak : 9/17,8 X 2500 = 1264 kkal
Karbohidrat 4.5 :/17,8 2500 =632 kkal
Protein 4.3/17.8 2500 =603 kkal
jangan lupa serat (polisakarida) yang cukup.

Faktor Yang Mempengaruhi Berat Badan

Jenis Kelamin
Aktivitas
Hormon
Kecepatan Metabolisme

proses keperawatan

Perencanaan perawatan

Menyusun prioritas untuk perawatan pasien
Memilih intervensi yang tepat
Rencana perawatan pasien

Pengertian
Merupakan tahap ketiga dari proses keperawatan dimana tujuan dan hasil ditentukan

Menentukan prioritas D.K.

Berdasarkan kebutuhan dasar manusia menurut Maslow atau Kalish
Berdasarkan urgensi/ mengancam keselamatan
Berdasarkan respon pasien

Menetapkan tujuan

Tujuan jangka panjang yaitu, pedoman yang luas yang menunjukan hasil akhir perawatan.
Tujuan jangka pendek yaitu, pedoman yang lebih spesifik untuk perawatan pasien dalam tahapan mencapai tujuan jangka panjang.
Tujuan harus mencakup SMART yaitu
Spesifik, bersifat khusus dan focus pada suatu masalah
Measurable, yaitu dapat diukur berdasarkan teori yang telah ada.
Achievable, yaitu
Reliable, yaitu dapat diterima oleh akal atau logis

Timing, yaitu menentukan waktu perawatan untuk mengevaluasi keberhasilan perawatan.

Intervensi keperawatan

Intervensi ditetapkan berdasarkan standar perawatan yang ada diusesuaikan dengan kondisi pasien.

Implementasi

Merupakan tahap ke empat dari proses keperawatan dimana rencana perawatan dilaksanakan

Dokumentasi keperawatan

Tanggal implementasi harus ditulis
Verbal tindakan menggambarkan aktivitas yang dilakukan
Pemberi sifat, bagaimana, kapan, dimana, waktu/frekuensi dan jumlah
Tanda tangan dan atau inisial perawat

Tujuan dokumentasi rencana keperawatan

Memberikan kesinambungan perawatan
Meningkatkan komunikasi
Membantu menentukan kebutuhan staff untuk unit atau lembaga
Mendokumentasika proses keperawatan
Berfungsi sebagai alat belajar
Mengkoordinasikan perawatan antar disiplin.

Evaluasi

Evaluasi data menentukan :
Ketepatan tindakan keperawatan
Kebutuhan merevisi intervensi
Perkembangan masalah
Kebutuhan untuk rujukan
Kebutuhan untuk menyusun kembali prioritas

Evaluasi dapat dilakukan dengan :
Observasi langsung
Wawancara dengan pasien
Peninjauan catatan

operasi

PENGERTIAN
v      Operasi merupakan tindakan pembedahan pada suatu bagian tubuh (Hancock, 1999).
v      Operasi (elektif atau kedaruratan) pada umumnya merupakan peristiwa kompleks yang menegangkan (Brunner & Suddarth, 2002).
v      Perioperatif adalah suatu istilah gabungan yang mencakup tiga fase pengalaman pembedahan — praoperatif, intraoperatif, dan pascaoperatif.

Kesimpulan :
Operasi (perioperatif) merupakan tindakan pembedahan pada suatu bagian tubuh yang mencakup fase praoperatif, intraoperatif dan pascaoperatif (postoperatif) yang pada umumnya merupakan suatu peristiwa kompleks yang menegangkan bagi individu yang bersangkutan.

TIPE PEMBEDAHAN
Menurut Fungsinya (tujuannya)
1.       diagnostik
2.      kuratif (ablatif)
3.      reparatif
4.      rekonstruktif atau kosmetik
5.      paliatif
6.      transplantasi
Menurut tingkat Urgensinya :
1.      Kedaruratan
2.      Urgen
3.      Diperlukan
4.      Elektif
5.      Pilihan
Menurut Luas atau Tingkat Resiko :
1.  Mayor
2.  Minor

LEGAL ASPEK PEMBEDAHAN
Informed Consent atau Persetujuan Tindakan Medis (PTM) merupakan ijin tertulis yang dibuat secara sadar dan sukarela dari pasien sebelum dilakukan tindakan medis terhadapnya. Ijin tersebut melindungi klien terhadap kelalaian dan melindungi ahli bedah terhadap tuntutan dari suatu lembaga hukum.
PTM diperlukan pada saat :
-         prosedur invasif
-         menggunakan anesthesia
-         prosedur non-bedah yang resikonya lebih dari sekedar resiko ringan (arteriogram)
-         terapi radiasi dan kobalt.
 Yang dapat memberikan PTM :
1.       klien yang sudah cukup umur
2.      anggota keluarga yang bertanggung jawab atau wali sah apabila klien belum cukup umur, tidak sadar, atau tidak kompeten
3.      individu di bawah umur dengan kondisi khusus (menikah).

Tipe anestesi
Pembiusan total — hilangnya kesadaran total
Pembiusan lokal — hilangnya rasa pada daerah tertentu yang diinginkan (pada sebagian kecil daerah tubuh).
Pembiusan regional — hilangnya rasa pada bagian yang lebih luas dari tubuh oleh blokade selektif pada jaringan spinal atau saraf yang berhubungan dengannya
Pembiusan lokal atau anestesi lokal adalah salah satu jenis anestesi yang hanya melumpuhkan sebagian tubuh manusia dan tanpa menyebabkan manusia kehilangan kesadaran. Obat bius jenis ini bila digunakan dalam operasi pembedahan, maka setelah selesai operasi tidak membuat lama waktu penyembuhan operasi.


aspek pre operasi

Pengkajian
Pengkajian adalah pendekatan sistemik untuk mengumpulkan data dan menganalisa, sehingga dapat diketahui kebutuhan perawatan pasien tersebut. Langkah-langkah dalam pengkajian meliputi pengumpulan data, analisa dan sintesa data serta perumusan diagnosa keperawatan..Pengumpulan data meliputi :
Data subyektif
Riwayat Penyakit
Riwayat Penyakit Dahulu
Data Obyektif
Pemeriksaan Umum
Pemeriksaan Fisik
Diagnosa Keperawatan
Diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang jelas, singkat, dan pasti tentang masalah pasien/klien serta penyebabnya yang dapat dipecahkan atau diubah melalui tindakan keperawatan.

Diagnosa keperawatan yang muncul adalah :
Potensial terjadinya kejang ulang berhubungan dengan hiperthermi.
Potensial terjadinya trauma fisik berhubungan dengan kurangnya koordinasi otot
Gangguan rasa nyaman berhubungan dengan hiperthermi yang ditandai :
Suhu meningkat
Anak tampak rewel
Kurangnya pengetahuan keluarga berhubungan dengan keterbatasan informasi yang ditandai : keluarga sering bertanya tentang penyakit anaknya.
Perencanaan
Perencanaan merupakan keputusan awal tentang apa yang akan dilakukan, bagaimana, kapan itu dilakukan, dan siapa yang akan melakukan kegiatan tersebut. Rencana keperawatan yang memberikan arah pada kegiatan keperawatan.

Rencana Tindakan :
Kaji faktor – faktor terjadinya hiperthermi
Observasi tanda – tanda vital tiap 4 jam sekali
Pertahankan suhu tubuh normal
Ajarkan pada keluarga memberikan kompres dingin pada kepala / ketiak .
Anjurkan untuk menggunakan baju tipis dan terbuat dari kain katun
Atur sirkulasi udara ruangan.
Beri ekstra cairan dengan menganjurkan pasien banyak minum
Batasi aktivitas fisik
Evaluasi
Tahap evaluasi dalam proses keperawatan menyangkut pengumpulan data subyektif dan obyektif yang akan menunjukkan apakah tujuan pelayanan keperawatan sudah dicapai atau belum. Bila perlu langkah evaluasi ini merupakan langkah awal dari identifikasi dan analisa masalah selanjutnya.
aspek intra operasi 

PERAN PERAWAT
Sebagai pemberi perawatan, perawat membantu klien mendapatkan kembali kesehatannya melalui proses penyembuhan yang lebih dari sekedar sembuh dari penyakit tertentu namun berfokus pada kebutuhan kesehatan klien secara holistik, meliputi upaya mengembalikan kesehatan emosi, spiritual, dan sosial. Sebelum mengambil tindakan keperawatan, baik dalam pengkajian kondisi klien, pemberian perawatan, dan mengevaluasi hasil, perawat menyusun rencana tindakan dengan menetapkan pendekatan terbaik bagi tiap klien.
Ini dilakukan sendiri oleh perawat atau dapat berkolaborasi dengan keluarga klien dan dalam keadaan seperti ini perawat juga dapat bekerja sama dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan profesional yang lain.

aspek post operasi

1.       Diagnosis medis dan jenis pembedahan yang dilakukan
2.      Kondisi umum pasien, kepatenan jalan nafas, tanda-tanda vital
3.      Anesthetik dan medikasi lain yang digunakan (mis : narkotik, relaksan otot, antibiotik)
4.      Segala masalah yang terjadi selama fase pembedahan yang sekiranya dapatmempengaruhi perawatan pasca-operatif (Ex : hemorrhagi, syok, dan henti jantung)
5.      Patologi yang dihadapi (pemberitahuan kepada keluarga apabila ditemukan adanya keganasan)
6.      Cairan yang diberikan, kehilangan darah dan penggantian cairan
7.      Segala selang, drain, kateter atau alat bantu pendukung lainnya
8.      Informasi spesifik tentang siapa ahli bedah atau ahli anesthesia yang akan diberitahu
9.      Evaluasi saturasi oksigen dengan oksimetri, pengkajian nadi-volume-keteraturan
10.  Evaluasi pernafasan : kedalaman, frakuensi, sifat pernafasan
11.   Kaji status kesadaran, warna kulit dan kemampuan berespon terhadap perintah.


Status Pernafasan
Kesulitan pernafasan berkaitan dengan tipe spesifik anesthesia. Pasien yang menerima anesthesia lokal atau oksida nitrat biasanya akan sadar  kembali dalam waktu beberapa menit setelah meninggalkan ruang operasi. Namun, pasien yang mengalami anesthesia general/lama biasanya tidak sadar, dengan semua otot-ototnya rileks. Relaksasi ini meluas sampai ke otot-otot faring, oleh karenanya ketika pasien berbaring terlentang, rahang bawah dan lidahnya jatuh ke belakang dan menyumbat jalan udara. Tanda-tandanya :
- tersedak
- pernafasan bising dan tidak teratur
-dalam beberapa menit kulit menjadi kebiruan.
DIAGNOSIS KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL
1.       Bersihan jalan nafas in-efektif b.d efek depresan dari medikasi dan agen anesthetik
2.      Nyeri dan ketidaknyamanan pasca operatif
3.      Risiko perubahan suhu tubuh
4.      Risiko cedera b.d status anesthesia
5.      Ketidakseimbangan nutrisi : kurang dari kebutuhan tubuh
6.      Perubahan eliminasi urinarius (retensi urine) b.d penurunan aktivitas, efek medikasi, dan penurunan masukan cairan.

7.      Konstipasi b.d penurunan motilitas lambung dan usus selama fase intra operatif
8.      Kerusakan mobilitas fisik b.d efek depresan dari anesthesia, penurunan intoleransi aktivitas dan pembatasan aktivitas yang diprogramkan
9.      Ansietas tentang diagnosis pasca operatif
10.  PK : perubahan perfusi jaringan
11.   PK : Risiko kekurangan volume cairan
12.  PK : kerusakan intergitas kulit
13.  PK : risiko infeksi.
INTERVENSI KEPERAWATAN
1.       Membersihkan sekresi dari jalan nafas : membalikkan pasien dari satu sisi ke sisi lainnya, membuka mulut pasien secara manual tetapi hati-hati dengan menggunakan spatel lidah, bila pasien muntah balikkan badan klien dalam posisi miring, bila perlu lakukan suction untuk membersihkan lendir atau sisa muntahan
2.      Pengaturan posisi : temapt tidur dijaga agar tetap datar sampai pasien kembali sadar, lutut difleksikan dan bantal diletakkan di antara tungkai
3.      Dukungan psikologis : temani pasien, beri informasi secukupnya, eksplorasi ketakutan dan kekhawatiran.

EVALUASI
1.       Fungsi pulmonal tidak terganggu
2.      Hasil oksimetri nadi menunjukkan saturasi oksigen yang adekuat
3.      Tanda-tanda vital stabil, termasuk tekanan darah
4. Orientasi tempat, peristiwa dan waktu
5. Haluaran urine tidak kurang dari 30 ml/jam
6.      Mual dan muntah dalam kontrol, nyeri minimal.

Kumpulan- kumpulan kata-kata bijak

Aa gym :Boleh jadi kita baru merasa kuat atau merasa besar dengan teori dan perasaan namun belum dalam kenyataan

Ali bin abi thalib : Kebaikan itu bukan dengan banyak harta dan anak
Tetapi dengan banyak ilmu dan sikap santun
Tidak membanggakan ibadah kepada orang lain
Apabila berbuat kebajikan memuji Allah
Dan apabila berbuat keburukan memohon ampunan kepada Allah

Benjamin flanklin: Jika anda ingin tidak dilupakan orang segera setelah anda meninggal dunia, maka tulislah sesuatu yang patut dibaca atau berbuatlah sesuatu yang patut diabadikan dalam tulisan

Buya hamka : Kalau dengan ilmu pengetahuan, kita yang mendaki mencari kebenaran, maka dengan wahyu dan ilham, kebenaran yang menurun menghinggapi kita

Hidayat nur wahid : Meraih kemenangan itu mahal, mengisinya jauh lebih mahal

Kong fu tse : Makin banyak orang belajar, makin insyaflah dia betapasedikitnya yang dia ketahui

Nabi Muhammad : Berkaryalah bagi duniamu seakan-akan engkau akan hidup selama-lamanya, dan berkaryalah bagi akhiratmu seakan-akan engkau mati besok

Harapan adalah rahmat Allah bagi manusia, kalau bukan karena harapan, tiadalah seorang ibu akan sudi melahirkan seorang anak, tiadalah seorang petani akan sudi menabur bibit

Philosopus cato : Membaca tanpa mengerti yang dibaca, sama dengan tidak berbuat apa-apa

Sun tzu : Ketika berkekuatan sepuluh kali lipat kekuatan musuh,
kepunglah dia
Ketika berkekuatan lima kali lipat kekuatan musuh,
seranglah dia
Kalau berkekuatan dua kali lipat kekuatan musuh,
tempurlah dia
Kalau berkekuatan sama dengan kekuatan musuh,
pecah belah dia
Kalau kalah banyak,
bertahanlah
Dan kalau unggul dalam segala aspek, hindarilah dia.

Reza m arif: The real champaion is someone who can stand up in every failure

bioelektromagnet

BIOELEKTROMAGNETIK

Sub pokok bahasan
Listrik & Magnet yang timbul dalam tubuh manusia

Penggunaan listrik dan magnet pada permukaan tubuh manusia


Penemuan biolistrik

Caldani (1856)
Kelistrikan pada otot katak yang telah mati
Luigi Galvani
1780 mulai mempelajari kelistrikan pada
tubuh hewan
1786 kedua kaki katak terangkat ketika
diberikan aliran listrik melalui
konduktor
Arons (1892)
Merasa ada aliran frekuensi tinggi melalui tubuhnya sendiri
Van Seynek (1899)
mengamati terjadinya panas pada jaringan yang disebabkan aliran frekuensi tinggi
Schlephake (1982)
Pengobatan dengan menggunakan Short Wave

Rumus/ Hukum dalam Biolistrik
Hukum Ohm
Perbedaan potensial antara ujung konduktor berbanding langsung dengan arus yang melewati, berbanding terbalik dengan hambatan dari konduktor


R = V R = Hambatan (/ohm)
I V = Tegangan (volt)
I = Arus (ampere)

Hukum Joule

Arus listrik yang melewati konduktor dengan perbedaan tegangan dalam waktu tertentu akan menimbulkan panas.
V = tegangan (Volt)
H (kalori) = VIT I = arus (Ampere)
J T = Waktu (detik)
J = Joule = 0,239 kal

Macam-macam Gel. Arus listrik

Arus bolak balik/ sinusoidal

Arus setengah gelombang (telah disearahkan)

Arus searah dengan riple/ desir

Arus searah murni

Macam-macam Gel. Arus listrik

Faradik

Surged faradik/sentakan faradik

Surged sinusoidal/ sentakan
sinusoidal

Galvanik interuptus

Arus gigi gergaji

Kelistrikan & kemagnetan
yang timbul dalam tubuh

Sistem saraf & neuron
- SSP
- SSO
- Neuron/ sel saraf
f(x): menerima, interprestasi & menghantarkan aliran
listrik


Konsentrasi ion di dalam & luar sel
Pada akson : Konsentrasi ion di dalam sel lebih negatif daripada di luar sel

Kelistrikan saraf
Kecepatan impuls saraf
~  serat saraf
~ ada/ tidaknya mielin
Mielin = isolator yang baik; kemampuan
mengaliri listrik rendah
Akson tanpa mielin kec = 20-50 m/detik ( = 1 mm)
Akson dengan mielin kec = 100 m/detik ( = 10 µm)

Kelistrikan & kemagnetan
yang timbul dalam tubuh

Aktivitas kelistrikan sel
 perpindahan ion dari dalam sel ke luar sel, atau sebaliknya melalui membran sel

Pada keadaan istirahat:
Ion Na+ luar sel >>  potensial dalam sel > negatif
 potensial membran negatif/ istirahat (-90 mVolt) = polarisasi

Ada rangsangan listrik terhadap membran :
Ion Na+ masuk ke dalam sel  potensial dalam sel > positif  potensial membran positif = depolarisasi

Fenomena “all or none”

Jika rangsangan kuat  depolarisasi membran mencapai titik tertentu (nilai ambang) proses depolarisasi berlanjut & irreversible  ion Na+mengalir ke dalam sel dengan cepat dalam jumlah banyak  potensial membran naik dengan cepat + 40 mVolt

Potensial aksi
(berlangsung < 1 mdetik)  Fenomena “all or none” Jika nilai ambang tercapai, peningkatan waktu dan amplitudo potensial aksi akan selalu sama, tidak peduli intensitas dari rangsangan tersebut. Perambatan potensial aksi Membran saraf otot mendapat rangsangan mencapai nilai ambang  timbul potensial aksi  merangsang daerah sekitarnya untuk mencapai nilai ambang  perambatan potensial aksi atau gelombang depolarisasi  sel membran mengalami repolarisasi (tingkat refrakter) Refrakter Absolut: tidak ada rangsangan & unsur kekuatan untuk menghasilkan potensial aksi lain Refrakter Relatif: bila ada rangsangan yang kuat akan menghasilkan potensial aksi baru  setelah sel membran mendekati repolarisasi seluruhnya Kelistrikan pada sinaps & neuromyial, jungtion Hubungan antara 2 saraf = sinapsis Berakhirnya saraf pada otot = neuromyal junction Sinaps & neuromyal junction mampu meneruskan gel. Depdarisasi dengan cara lompat dari satu sel ke sel berikutnya depolarisasi  zat kimia pada otot bergetar menyebabkan kontraksi otot  repolarisasi sel otot  relaksasi Kelistrikan otot jantung Pada saraf & otot bergaris: rangsangan  ion Na+ masuk ke dalam sel  mencapai nilai ambang  depolarisasi Pada otot jantung : rangsangan  ion Na+ masuk ke dalam sel (mudah besar) repolarisasi komplit  Na+ masuk kembali ke dalam sel  depolarisasi spantan mencapai nilai ambang tanpa perlu rangsang dari luar (kec. Teratur) Kec. dasar jantung = waktu antara mulai depolarisasi spontan sampai mencapai nilai ambang setelah terjadi repolarisasi Dipengaruhi oleh perubahan : Potensial membran istirahat Tingkat dari nilai ambang Slap (kelengkangan) dari depolarisasi spontan terhadap nilai ambang Mempengaruhi mekanisme kontra fisiologis terhadap frek. Jantung Sekumpulan sel utama yang secara spontan menghasilkan potensial aksi disebut pace maker/ perintis jantung Elektroda Elektroda : untuk mengukur potensial aksi; dengan memindahkan transmisi ion ke penyalur elektron Elektroda : Perak (Ag) & tembaga (Cu) Isyarat listrik tubuh Hasil perlakuan kimia dari tipe sel-sel +++ untuk memperoleh informasi klinik tentang fungsi tubuh EMG (Elektromiogram) ENG (Elektroneurogram)  miastenia gravis ERG (Elektroretinogram)  perubahan pigmen retina EOG (Elektroakulagram) EGG (Elektrogastrogram)  gerakan peristaltik EEG (Elektroensefalogram)  epilepsi EKG (Elektrokardiogram) refrakter absolut refrakter relatif tanpa rangsangan tetap ada perambatan potensial aksi Gambar Periode Refrakter Gambar Depdarisasi spontan miokardium Kec. dasar jantung = 60 t (dtk) Penggunaan Listrik & Magnet pada permukaan Tubuh Jacques A.D. Arsonval 1890 listrik berfrekuensi rendah  efek pemanasan listrik frek. 30 MHz short wave diathermy gel mikro frek 2450 MHz  diatermi & pemakaian radar Arus listrik berdasarkan efek yang ditimbulkan: Listrik berfrekuensi rendah (20 – 500.000 Hz)  merangsang saraf & otot sehingga terjadi kontraksi otot – stimulator dengan multivibrator -astable multivibrator * pengulangan pemakaian dan pemilihan bentuk gelombang perlu diperhatikan untuk pemakaian singkat & merangsang saraf otot  arus faradik untuk pemakaian lama & merangsang otot yang telah kehilangan persyarafan  arus listrik interuptus atau arus DC yang dimodifikasi Arus AC dengan frekuensi 50 Hz, mampu : 1. Merangsang saraf sensoris 2. Merangsang saraf motoris 3. Berefek kontraksi otot Diklinik  Arus DC Listrik berfrekuensi tinggi (> 500.000 Hz)
 Belum merangsang saraf motoris & sensoris
 Sifat : memanaskan
* Short wave diathermy (diatermi gel. Pendek) untuk memperoleh gel. Elektromognetis agar masuk ke dalam tubuh dengan 2 metode: capasitance (kondensor) & inductance (induksi= kabel)
Metode kondensor
Prinsip : elektroda diletakkan pada masing-masing sisi yang akan diobati & dipisahkan dari kulit dengan bahan isolator
Metode isolasi/ kabel
 kabel dililitkan pada daerah yang akan diobati

Short wave diathermy

Efek diatermi gel. Pendek (Short wave diathermy) :
Menghasilkan panas & peningkatan efek fisiologis
* Meningkatkan metobolisme
* Meningkatkan darah
* Menurunkan eksitasi saraf
* Menurunkan relaksasi otto, meningkatkan usaha otot
* Menurunkan tekanan darah karena vasodilatasi
* Meningkatkan aktivitas kel. Keringat

Mempunyai efek pengobatan
* Terhadap daerah peradangan  oksigenasi
meningkat
* Efek terhadap infeksi bakteri  leukosit & antibodi
meningkat
* Kehilangan nyeri  panas disebabkan saraf sensoris
sedatif
* Terhadap daerah yang patah  meningkatkan
absorpsi & aliran darah

Micro wave diathermy

Micro wave diathermy (diatermi gel. Mikro)
panjang gelombang ( )antara inframerah & short wave
Gel. Mikro : 1 cm << 1 m Efek : Fisiologis Menimbulkan panas pada jaringan yang banyak mengandung air; otot > banyak menyerap gel. Mikro daripada jaringan lemak
Pengobatan
Pada penderita yang mengalami ruda paksa (trauma) & peradangan; nyeri & spasme otot, rematik

Bahaya & kontra indikasi
Penderita gangguan sirkulasi  meningkat perdarahan, trombosis & flebitis
TBC & tumor ganas

Perbedaan micro wave dengan short wave
Penetrasi gel. Mikro lebih dalam ; tp tidak dapat melewati jaringan yang padat seperti yang dapat dilakukan oleh gel. Pendek.
Gel. Mikro kurang berhasil mengobati struktur yang dalam dibanding dengan diatermi gel. Pendek.

Electrocauter & Electrosurgery

Listrik frek tinggi  mengontrol perdarahan saat pembedahan
Electrocauter (Cauterisasi = pembakaran)
suatu pembakaran mengggunakan frek listrik 2 MHz, tegangan 15 kV
 menghentikan perdarahan pd luka menganga menggunakan gulungan kawat panas pd pemb.darah tanpa anestesi
Electrosurgery
memotong jaringan; dilakukan dg gerakan cepat 5-10 cm/detik untuk mengurangi destruksi jaringan sekitar
(cth:operasi otak, limpa, vesica felea, prostat, dan serviks)

Defibrillator

SA Node di puncak atrium kanan dekat Vena cava superior  pace maker scr sinkron memompa darah ke sirkulasi paru-paru & ke sirkulasi darah sistemik; kehilangan sinkronisasi  FIBRILASI
Fibrilasi atrium: f(x) ventrikel normal  ritme jantung iregular
Fibrilasi ventrikel: tdk mampu memompa darah; jika tdk dilakukan koreksi dlm bbrp menit  kematian

Defibrillator

Penanganan fibrilasi:
- massage jantung (metode mekanik)
- syok listrik pd daerah jantung
* countershock  sinkronisasi irama
jantung
* defibrilasi  jika tdk berespons thd
countershock  defibrillator

Metabolisme LIPID

Metabolisme LIPID
Degradasi Lipid  Oksidasi asam lemak
Pencernaan, penyerapan dan transpot lemak
-oksidasi asam lemak

Biosintesis Lipid
Biosintesis asam lemak
Biosintesis triasilgliserol
Biosintesis fosfolipid
Biosintesis kolesterol dan steroid

Asam stearat = 18 atom C
Pada beta oksidasi
9 as CoA =12 x 9 : 108
8 FADH2 = 8x2 :16
8 NADH2=8x3 :24
Total 148 – 1 (untuk b oksidasi) ATP = 147
147x7=1029 kkal

Palmitat = 16 atom C
8 As.CoA : 12 X 8 :96

Pencernaan, penyerapan, & transport lemak
Penggunaan lemak sebagai sumber energi erat berhubungan dengan metabolisme lipoprotein dan kolesterol.
Mammal mempunyai 5 – 25% / lebih  lipid dan 90% dlm bentuk lemak (TAG) yg disimpan di dalam jaringan adipose
Hewan  lemak disimpan dalam adiposit
Tumbuhan  biji  untuk perkembangan embrio

Sumber lemak :
Makanan
Biosintesis de novo
Simpanan tubuh  adiposit
Masalah utama  sifatnya yang tidak larut dalam air.
Lemak  diemulsi oleh garam empedu – disintesis oleh liver & disimpan dlm empedu  mudah dicerna & diserap
Transportasi  membentuk kompleks dg protein  lipoprotein

Garam empedu terdiri dr asam empedu yg berasal dari kolesterol
Garam empedu  bersifat amfifatik  mengemulsi lemak  membentuk misel
Lemak  dipecah oleh lipase pankreas  hasil?
Penyerapan oleh sel mukosa usus halus
Asam lemak yg diserap  disintesis kembali mjd lemak dalam  badan golgi dan retikulum endoplasma sel mukosa usus halus
TAG  masuk ke sistem limfa membentuk kompleks dgn protein  chylomicrons

Gliserol hasil hidrolisis TAG : dirubah mjd DHAP oleh ensim :
1 Glycerol Kinase
2 Glycerol Phosphate Dehydrogenase.

Masuk ke dalam daur Glikolisis
Chylomicron kmdn membawa TAG dari sel mukosa usus halus ke organ lain seperti jantung, otot, dan jaringan lemak.
untuk TAG yg disintesis dr hati, akan dibawa oleh VLDL ke organ lain
setelah mencapai organ target  di kapiler  TAG akan dihidrolisis menjadi gliserol dan asam lemak
Asam lemak bebas diserap, sisanya dibawa oleh serum albumin  ke sel lain
Asam lemak yg telah masuk ke dalam sel
Diubah menjadi energi
Diubah menjadi TAG untuk disimpan di adiposa

Oksidasi LCFA  jalur metabolisme penghasil energi utama pada hewan, bbrp protista, dan beberapa bakteri

Elektron dr proses oksidasi FA  melewati rantai respirasi mitokondria  menghasilkan ATP
(asetil ko A hasil oksidasi FA  dioksidasi sempurna menjadi CO2 mll TCA  ATP sintesis)

Pada bbrp vertebrata  Asetil ko A hsl β oksidasi  diubah menjadi badan keton di hati (larut dlm air) dan di transpor ke otak dan jaringan lain pd saat gula tidak tersedia

Pada tumbuhan  asetil koA berfungsi utama sebagai prekursor biosintesis

3 tahapan reaksi oksidasi FA dlm mitokondria

Oksidasi LCFA  molekul 2 C : asetil koA

Oksidasi asetil Ko A  CO2 dg TCA

Transfer elektron karier elektron yg tereduksi ke rantai respirasi mitokondrial


β oksidasi

setelah memasuki sel  FA masuk ke matriks mitokondria  degradasi lebih lanjut.

FA diaktivasi dgn ensim fatty acyl – CoA ligase atau Acyl CoA synthase / thiokinase

Ensim ini spesifik utk tiap jenis asam lemak (MCFA, SCFA beda dgn LCFA)

islam tentang kehidupan

KEARAH PEMAHAMAN ISLAM


A. Pengertian Islam
Kata islâm merupakan bentuk kata kerja dari aslama—islâman. Mengandung arti “tunduk” dan “pasrah-menyerah”. Ayat Al-Quran yang menunjuk kepada pengertian ini, diantaranya adalah seruan Allah kepada Ibrahim: “Tatkala Tuhannya berfirman kepadanya: “tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam”. Dalam ayat lain disebutkan bahwa “Jika mereka mendebat (tentang kebenaran al-Islâm), maka katakanlah: ”Aku menyerahkan diri kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku..”.
Kata islâm juga memiliki akar kata dari s-l-m yang mengandung arti “rekonsiliasi”, “damai”, “selamat”, “menyeluruh”, dan “terpadu”, “tidak terbelah”. Ibnu Taimiyah mengartikan kata islâm ini sebagai ketulusan, sikap tundup dan patuh. Sedang Muhammad Asad, dalam karyanya The Message of the Qur’an menafsirkan kata islâm ini sebagai “penyerahan diri kepada Tuhan”. Islâm dalam pengertian sikap tunduk patuh dan pasrah ini, secara eksplisit ditunjukan Al-Quran dalam dua bentuk, yaitu pertama, ketundukan dan kepasrahan (islâm)nya alam kepada kehendak Tuhan, sebagaimana fiman Tuhan, yang berbunyi:
أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
Artinya: “Apakah mereka mencari agama selain dari agama Allah? [Padahal] kepada-Nyalah menyerahkan diri segala apa yang ada di langit dan di bumi, baik suka ataupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan” (QS. Ali Imran [3]: 83.

Kedua, islâm (ketundukan dan kepasrahan) yang menjadi prinsip ajaran para Nabi atau Rasul. Berikut beberapa ayat Al-Quran yang menunjukan ke-islâm-an para Nabi dan Rasul.

Nuh—“Jika kamu berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikitpun dari kamu. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (muslimûn)” (QS. Yunus [10]: 72.
Ibrahim—“Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan pula Nashrani, akan tetapi dia adalah orang yang lurus (hanîf) lagi berserah diri (muslim) dan sekali-kali bukanlah termasuk golongan orang-orang musyrik” (QS. Ali Imran [3]: 67). “Tatkala Tuhannya berfirman kepadanya: “tunduk patuhlah!” Ibrahim menjawab: “Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam” (QS. al-Baqarah [2]: 131).
Ya’kub—“Dan Ibrahim mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’kub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagi kamu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan berserah diri (muslimûn)” (QS. Ali Imran [3]: 132).
Yusuf—“Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan). Pencita langit dan bumi. Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan berserah diri (muslim) dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh” (QS. Yusuf [12]: 101.
Luth—“Lalu Kami keluarkan orang-orang yang beriman yang berada di negeri kaum Luth itu. Dan Kami tidak mendapati di negeri itu, kecuali sebuah rumah dari orang-orang yang berserah diri (muslimîn)” (QS. al-Dzariyat [51]: 35-36).
Musa—“Berkata Musa: “Hai kaumku, jika kamu beriman kepada Allah, maka bertawakallah kepada-Nya saja, jika kamu benar-benar orang yang berserah diri (muslimîn)” (QS. Ynus [10]: 84).
Al-Hawariyyun (pengikut Nabi Isa)—“Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka (Bani Israil) berkatalah dia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Para hawariyyin (sahabat-sahabat setia) menjawab: “Kamilah penolong-penolong (agama) Allah, kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri (muslimûn)” (QS. Ali Imran [3]: 52). “Dan (ingatlah), ketika Aku ilhamkan kepada pengikut Isa yang setia: “Berimanlah kamu kepada-Ku dan kepada rasul-Ku”. Mereka menjawab: “Kami telah beriman dan saksikanlah (wahai rasul) bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang patuh, berserah diri (muslimûn)” (QS. al-Maidah [5]: 111).

Penjelasan di atas, menunjukan pengertian islam menurut etimologis (kebahasaan), yaitu sikap tunduk, patuh, pasrah-menyerah, rekonsiliasi, damai, selamat, menyeluruh, dan terpadu atau tidak terbelah. Sedang menurut istilah (terminologis), islam didefinisikan secara berbeda. Muhammadiyah misalnya, mendefinisikan agama islam sebagai berikut:
الّدِيْنُ هُوَ مَا شَرَعَهُ اللهُ عَلَى لِسَانِ أَنْبِيَائِهِ مِنَ الاَوَامِرِ وَالنَّوَاهِى وَالاِرْشَادَاتِ لِصَلاَحِ العِبَادِ دُنْيَاهُمْ وَأُخْرَاهُمْ.
“Agama adalah apa yang telah disyari'atkan Allah dengan perantaraan Nabi-nabi-Nya, berupa perintah-perintah dan larangan-larangan serta petunjuk-petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akhirat”.

االدِّيْنُ (اَيْ الدِّيْنُ الاِسْلاَمِىّ) الَذِي جَاءَ بِهِ مُحَمَّدُ صلعمّ هُوَ مَا أَنْزَلَهُ اللهُ فِى القُرْاَنِ وَمَا جَاءَتْ بِهِ السُّنَّةُ الصَّحِيْحَةُ مِنَ الاَوَامِرِ وَالنَّوَاهِى وَالاِرْشَادَاتِ لِصَلاَحِ العِبَادِ دُنْيَاهُمْ وَأُخْرَاهُمْ.
“Agama, yakni agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw. ialah apa yang diturunkan Allah di dalam Al-Quran dan yang tersebut dalam sunnah yang shahih, berupa perintah-perintah dan larangan-larangan serta petunjuk-petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan di akhirat”.


B. Sumber Ajaran Islam
Sebagaimana dijelaskan pada definisi di atas, ada dua sumber ajaran Islam, yaitu Al-Quran dan Al-Sunnah. Al-Quran adalah Kitab Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad saw. Sedang al-Sunnah adalah penjelasan dan pelaksanaan ajaran-ajaran Al-Quran yang diberikan oleh Nabi Muhammad saw. Adapun metode untuk memahami ajaran Islam yang terdapat dalam Al-Quran dan al-Sunnah tersebut adalah ijtihad. Secara umum, ijtihad diartikan sebagai usaha sungguh-sungguh dalam memahami atau menjelaskan Al-Quran dan al-Sunnah untuk memperoleh putusan (simpulan) hukum. Ijtihad sebagai metode terbagi kepada tiga bentuk, yaitu ijtihad bayâni, ijtihad qiyâsi dan ijtihad istishlâhi. Ijtihad bayâni adalah penjelasan Al-Quran dan al-Sunnah yang berhubungan dengan kebahasaan. Ijtihad qiyâsi adalah penyelesaian suatu sengketa (persoalan publik) yang tidak tertera ketentuan hukumnya dalam Al-Quran dan al-Sunnah. Ijtihad qiyâsi ini dapat dilakukan melalui beberapa pendekatan, antara lain: qiyas, istihsan, istishhab, ijma, al-‘urf, fath al-dzari’ah wa sadduha, qaul shahabat dan tarjih. Sementara ijtihad istishlahi adalah penjelasan Al-Quran dan al-Sunnah dengan pendekatan kemaslahatan.
Dalam tradisi Muhammadiyah sendiri, dikenal tiga bentuk pendekatan ijtihad dalam memahami Al-Quran dan al-Sunnah, yaitu pendekatan bayani, burhani dan irfani. Pendekatan bayani berkait dengan cara memahami Al-Quran dan al-Sunnah berdasarkan analisis kebahasaan. Pendekatan burhani berkait dengan analisis rasional. Pendekatan yang digunakan antara lain adalah sosiologi, antropologi, sejarah dan herrmeneutik. Sedang pendekatan irfani adalah pendekatan pemahaman yang bertumpu pada pengalaman batini, zauq, qalb, basirah dan intuisi.

C. Esensi Ajaran Islam
1. Islam sebagai Agama Tauhid
“Wamâ arsalnâka min qablika min rasûlin illa nûhiya ilayhi anahu la ilâha illa anâ fa’budûni“ (Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyuka kepadanya: “bahwasannya tidak ada tuhan melainkan Aku”, maka sembahlah Aku) (QS. Al-Anbiya’ [21]: 25). Hud, Shalih, Syu’eb dan Nuh selalu menyerukan “Yâ qaumi ‘budu al- Allâha mâ lakum min ilâhin ghairuh” (wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya) (QS. al-A’raf [7]: 59, 65, 73 dan 85; Al-Mukminun [23]: 23; Hud [11]: 61, 84). Demikian pula para rasul setelah Nuh, Ibrahim sampai Muhammad selalu menyerukan pesan tauhid ini (QS. al-Mukminun [23]: 31-32). Nabi Muhammad sendiri mengajarkan “Fa ‘lam annahû lâ ilâha illa al-Allâh” (Ketahuilah bahwa tidak ada Tuhan selain Allah) (QS. QS. Muhammad [47] : 19), dan “Qul innamâ anâ basyarun mitslukum yûha ilaya annamâ ilâhukum ilâhun wâhid” (Katakanlah: “sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesung-guhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa) (QS. Al-Kahfi [18]: 110; Fushilat [41]: 6).

2. Islam sebagai Agama Fitrah
Ayat Al-Quran yang secara langsung merujuk kepada penjelasan Islam sebagai agama fitrah ini adalah ayat 30 dari surat al-Rum [30], yang berbunyi:

فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا فِطْرَةَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada (Agama) Allah; (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui”.

3. Islam sebagai Agama Keseimbangan, Kebajikan dan Kesejahteraan
Ayat Al-Quran yang secara langsung merujuk kepada penjelasan Islam sebagai agama keseimbangan, kebajikan dan kesejahteraan adalah ayat 77 dari surat al-Qashash [28], yang berbunyi:

وَابْتَغِ فِيْمَا اَتَاكَ اللهُ الدَّارَ الأَخِرَةِ وَلاَ تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللهُ إِِلَيْكَ وَلاَ تَبْغِ الفَسَادَ فِى الأَرْضِ إِنَ اللهَ لاَ يُحِبُ المُفْسِدِيْنَ
“Dan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan”.

4. Islam sebagai Agama Kemanusiaan
Islam secara tegas memandang kedudukan penting kaum lemah sebagai pemimpin dan pewaris bumi.

وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِثِينَ
“Dan Penulis hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi)” (QS. al-Qashash [28]: 5).

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ الْحُسْنَى عَلَى بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ
“Dan Penulis pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Penulis beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Penulis hancurkan apa yang telah dibuat Fir`aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka (QS. al-A’raf [7]: 137).

Islam juga memandang suatu kepentingan dan keharusan untuk berpihak, melakukan pembelaan, dan memperjuangkan kaum lemah yang tertindas. Pandangan ini digambarkan oleh Al-Quran dalam surat al-Nisa’ [4]: 75, yang berbunyi:

وَمَا لَكُمْ لَا تُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ الَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْيَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَل لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَل لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيرًا
Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdo`a: “Tuhan penulis, keluarkanlah penulis dari negeri ini yang zalim penduduknya dan berilah penulis pelindung dan penolong dari sisi Engkau (QS. al-Nisa’ [4]: 75).

Ayat di atas merupakan kritik terhadap orang yang hanya duduk berpangku tangan, sementara di sekitarnya terdapat masyarakat yang mengalami penindasan. Dalam arti lain, ayat tersebut memandang suatu kepentingan dan keharusan untuk berpihak, melakukan pembelaan, dan memperjuangkan kaum lemah yang tertindas. Pandangan terhadap kaum lemah ini semakin jelas dengan adanya perintah untuk melakukan pembelaan terhadap kaum lemah yang tertindas (nashr al-dha’îf wa ‘awn al-mazhlûm).

أَمَرَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِسَبْعٍ بِعِيَادَةِ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعِ الْجَنَائِزِ وَتَشْمِيتِ الْعَاطِسِ وَنَصْرِ الضَّعِيفِ وَعَوْنِ الْمَظْلُومِ وَإِفْشَاءِ السَّلَامِ وَإِبْرَارِ الْمُقْسِمِ وَنَهَى عَنْ الشُّرْبِ فِي الْفِضَّةِ وَنَهَانَا عَنْ تَخَتُّمِ الذَّهَبِ وَعَنْ رُكُوبِ الْمَيَاثِرِ وَعَنْ لُبْسِ الْحَرِيرِ وَالدِّيبَاجِ وَالْقَسِّيِّ وَالْإِسْتَبْرَقِ
Artinya: Rasulullah Saw memerintahkan penulis dengan tujuh hal: menziarahi orang sakit, mengiringi jenazah, mendoakan orang bersin, membela kaum lemah dan tertindas (yang dizalimi), memberi salam, dan menunaikan sumpah dengan benar, serta Rasulullah Saw melarang penulis minum dengan gelas dari perak, memakai cincin emas, hamparan sutera, serta mengenakan pakaian sutera, sutera halus, sutera buatan Qasiy, dan sutera tebal (HR. Bukhari).

Dalam hadits lain sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi, Abu Dawud, dan al-Nasa’i Rasulullah juga memerintahkan untuk mencari dan menolong kaum yang lemah (dhu’afa).

أَبْغُوْنِى ضُعَفَائَكُمْ فَإِنَمَا تُرْزَقُوْنَ بِضُعَفَائِكُمْ
“Cari dan tolonglah kaum dhu’afa-mu, sesungguhnya kamu sekalian ditolong dan diberi rizki karena (do’a dan berkah) kaum dhu’afa”.


Selain itu, Islam juga sejak awal melontarkan kritik sosial terhadap berbagai bentuk eksploitasi kaum miskin serta ketiadaan rasa tanggung jawab sosial (sense of social responsbility). Surat-surat awal Al-Quran sebagaimana telah dikemukakan, menunjukkan kecamannya terhadap praktek akumulasi kekayaan yang diperoleh melalui etika keserakahan, serta sikap eksploitasi sosial-ekonomi dalam bentuk ketidakpedulian terhadap penderitaan anak-anak yatim dan orang-orang miskin.

5. Islam sebagai Agama Ilmu dan Peradaban
Islam memberikan landasan yang kuat untuk konsep keilmuan ini. Al-Quran surat Al-Muzadilah [28]: 11 misalnya, menjelaskan bahwa Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam majelis", maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.

Sementara dalam sejumlah riwayat dijelaskan tentang kedudukan ilmu, proses mencari ilmu dan ilmuwan dalam posisi yang sangat agung. Misalnya, dalam sebuah riwayat dinyatakan bahwa “Ilmu pengetahuan itu adalah milik orang mu’min yang hilang, di mana saja ia mendapatkannya, maka ia lebih berhak memilikinya dari yang lain”. “Mencari ilmu itu wajib bagi setiap muslim”. Carilah ilmu sejak dari buaian sampai ke liang lahat”. Dalam riwayat lainnya dinyatakan bahwa “barang siapa menempuh suatu jalan dalam mencari ilmu, maka Allah akan memberi jalan ke surga”; Malaikat akan mengepakan (melindungkan) penulispnya serta memintakan ampun kepada orang yang sedang mencari ilmu”; Ilmuwan itu adalah pewaris para Nabi”.
Bahkan tidak sampai disitu, wahyu pertama itu sendiri adalah perintah iqra’ (QS. Al-Alaq [96]: 1-5), yaitu perintah membaca, menelaah, mendalami, meneliti dan menggali ilmu pengetahuan. Jika Paulo Freire, seorang tokoh pendidikan Brasil, berhasil melawan ketdakadilan dan kebodohon dari baca tulis melalui pendidikan kritis yang diperkenalkannya, maka jauh sebelum Freire lahir, Nabi Muhammad telah memperkenalkan falsafat iqra (membaca) ini untuk merubah kejahiliahan masyarakat Arab menjadi masyarakat yang berperadaban maju pada zamannya.

6. Islam sebagai Agama Spiritual
Dalam kaitannya dengan spiritualitas, Islam banyak memuat wawasan, konsep dan pokok-pokok ajaran etik-spiritual. Diantara konsep-konsep etik-spiritual yang penting adalah iman, islam, ihsan, taqwa, ikhlas (ketulusan), tawakal, syukur, sabar, silaturahmi, persaudaraan (ukhuwat), persamaan (musâwat), adil, baik sangka (husnu zhan), rendah hati (tawadhu’), tepat janji (al-wafâ’), lapang dada, toleran dan menghargai keragaman (insyirah), dapat dipercaya (amanat), hemat (qawamiyat), perwira (‘iffat, ta’affuf) dan pengabdian dan kedermawanan (al-munfiqûn).

7. Islam sebagai Agama Dakwah
Ayat Al-Quran yang populer berkait dengan penjelasn Islam sebagai dakwah ini adalah ayat 104 dari surat Ali Imran [3], yang berbunyi :

وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَاُولئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
“Adakanlah dari kamu sekalian, golongan yang mengajak ke-Islaman, menyuruh kepada kebaikan dan mencegah daripada keburukan. Mereka itulah golongan yang beruntung berbahagia”.


D. Kandungan Ajaran Islam
Ajaran Islam bersifat menyeluruh yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisah-pisahkan. Secara umu kandungan ajaran Islam dapat dikelompokkan dapa empat bidang, yaitu aqidah, akhlak, ibadah, dan muamalah. Akidah adalah ajaran yang berhubungan dengan kepercayaan. Akhlak adalah ajaran yang berhubungan dengan pembentukan sikap mental. Ibadah (mahdlah) adalah ajaran yang berhubungan dengan peraturan dan tatacara hubungan manusia dengan Tuhan. Adapun muamalah adalah ajaran yang berhubungan dengan pengolahan dunia dan pembinaan masyarakat.


















Catatan Kaki

arti shaum

SHAUM DAN PENEGUHAN KESALEHAN SOSIAL
Oleh : Hendar Riyadi

Agama pada dasarnya merupakan upaya manusia untuk melakukan komunikasi dengan Tuhannya. Lebih dari itu, agama merupakan upaya manusia untuk meneladani sifat atau akhlak Tuhan sesuai dengan kapasitas kemanusiaannya (takhalaq bi akhlaq Allah ‘ala taqath al-basyariyah). Konsep agama ini mengandung implikasi ajaran yang lebih jauh bahwa tujuan kehidupan manusia adalah untuk beribadah, mengabdikan diri sepenuhnya kepada Allah. Ajaran bahwa hidup harus diorientasikan untuk pengabdian kepada Allah inilah yang menjadi raison d’etré (alasan keberadaan) atau fitrah manusia (QS. Al-Dariyat [51]: 56).
Tetapi kemudian konsep agama ini memiliki arus balik kepada manusia. Agama tidak hanya berdimensi ritual-vertikal (hablun min Allah), melainkan juga mencakup dimensi sosial-horizontal (hablun min al-nas). Agama tidak hanya mengurusi persoalan ibadah-ritual (iman) untuk pembentukan spiritualitas dan kesalehan individual (private morality), namun yang terpenting dari itu adalah perwujudan iman tersebut dalam pembentukan kesalehan sosial (social morality). Sebab, kesalehan individual tidak akan memiliki makna, jika tidak dapat menciptakan kesalehan dalam level sosialnya. Itulah makna hakiki dari kehidupan beragama. Karena itu, sikap keberagamaan yang tidak melahirkan kesalehan dalam dimensi sosialnya, maka akan kehilangan maknanya yang hakiki.
Shaum pada bulan Ramadhan adalah salah satu ajaran agama terpenting dalam pembentukan kesalehan individu sekaligus kesalehan sosial. Ketaqwaan sebagai puncak kualitas keagamaan yang menjadi cita-cita shaum, digambarkan Al-Quran sebagai, disamping memiliki kesadaran religius (keimanan), juga memiliki komitmen sosial untuk membangun masyarakat yang saleh (good society) secara sosial, ekonomi, politik, dan kulturalnya (QS. Al-Baqarah [2]: 1-5, 177). Dengan demikian, shaum di bulan Ramadhan, bukan sekedar menjadi ritual tahunan, melainkan menjadi sarana pembinaan dan pendidikan kesalehan individual (dimensi ruhiyah), sekaligus menjadi sarana pembinaan dan peneguhan humanitas serta kesalehan sosial (dimensi ijtima'iyah). Allahu a'lam.


SHAUM SEBAGAI AJARAN KEPASRAHAN
Oleh : Hendar Riyadi

Ramadhan adalah bulan penempaan baik yang bersifat ruhani-spiritual, psikologi-kejiwaan, fisik-jasmani, maupun sosial-kemasyarakatan. Secara ruhani-spiritual, pada bulan Ramadhan kita ditempa untuk lebih memberikan arti, nilai dan makna dalam hidup, bahwa hidup yang berarti, bernilai dan bermakna adalah hidup yang selalu diorientasikan semata untuk pengabdian kepada Allah SWT. Suatu pengabdian dalam pelaksanaan perintah shaum dengan penuh keimanan dan kepasrahan, tanpa tawar-menawar. Bukan hidup yang diorientasikan untuk memanjakan tubuh, apalagi sekedar memberhalakan kekayaan, kekuasaan atau sesuatu yang bersifat duniawi.
Secara psikologi-kejiwaan kita ditempa untuk mensucikan jiwa dan membersihkan batin dari sifat kedengkian, kebohongan, keangkuhan, prasangka yang tidak baik, serta kerakusan, amarah dan keserakahan. Di bulan suci Ramadhan kita ditempa untuk bersikap jujur, tulus, bijaksana, rendah hati, serta menghimpun energi-energi positif melalui amalan-amalan yang akan menggerakkan perubahan pada mentalitas kejiwaan.
Secara fisik-jasmani kita dilatih untuk memperbaiki pola konsumsi yang akan merusak kesehatan tubuh. Selama ramadhan kita ditempa untuk memilih dan memilah makanan yang baik, menyehatkan, serta menghindari pola hidup konsumtif yang berlebihan.
Sementara secara sosial-kemasyarakatan, kita ditempa untuk bersikap empati terhadap mereka yang kekurangan, kaum miskin, fuqara dan mustadh’afin. Shaum sebulan penuh dengan menahan lapar dan haus adalah tempaan untuk ikut merasakan penderitaan orang lain sehingga terbangun sikap solidaritas, kepekaan dan tanggung jawab sosialnya.
Semua tempaan atau gemblengan itu akan menjadi bekal kita semua dalam memasuki kehidupan baru pasca ramadhan. Kehidupan baru ini kita mulai dengan takbir mengagungkan Allah SWT., dengan mengikrarkan kebesaran-Nya: Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar wa lillahilhamd. Suatu kesadaran akan ketundukan dan kepasrahan secara total kepada Allah, bahwa tidak ada yang lebih agung dari Allah. Karena itu, tidak ada yang harus kita sombongkan dan berhalakan.
Selanjutnya, kita memasuki iedul fitri yang merefleksikan kesucian dan kebersihan jiwa. Tidak ada kedengkian, kebohongan, keangkuhan, prasangka yang tidak baik, kerakusan, amarah dan keserakahan, sehingga kita memasuki iedul fitri ini dengan penuh kedamaian jiwa. Kepasrahan dan kesucian jiwa inilah yang akan membawa dan menuntun kita memasuki tahap-tahap berikutnya, yakni hidup sederhana dan bersahaya, menghindari pola hidup konsumtif dan konsumeristik, serta memiliki kepekaan dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.


SHAUM DAN PEMBINAAN KARAKTER
Oleh : Hendar Riyadi

Dewasa ini, kita telah jauh masuk ke dalam kehidupan yang bercirikan budaya penghargaan yang luar biasa terhadap tubuh. Tubuh telah menjadi pusat perhatian dalam hidup. Tiada hari tanpa memanjakan tubuh. Pemeliharaan kesucian jiwa terkadang lebih bersifat kamuflase (pengelabuan), hanya sekedar untuk memanjakan dan memperindah penampilan tubuh. Hampir seluruh aspek kehidupan seperti politik, ekonomi, hukum, ilmu pengetahuan dan teknologi, sedemikian keras didorong bergerak untuk memanjakan tubuh, mulai dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Dalam aspek ilmu pengetahuan dan teknologi, misalnya, tubuh kita dimanjakan dengan temuan-temuan modern untuk perawatan tubuh, seperti teknologi untuk memelihara rambut, kulit kepala, alis mata, mata, muka, hidung, mulut, bibir, gigi, payu dara, perut, alat kelamin, hingga teknologi pemeliharaan kaki dan kuku. Dalam aspek hukum, penghargaan terhadap tubuh juga jauh lebih manusiawi. Misalnya, bentuk penanganan penyiksaan atau kekerasan fisik terhadap narapidana telah digantikan dengan bentuk pengendalian berdasarkan aturan penjara.
Penghargaan yang kuat terhadap tubuh juga mengalami perkembangan dalam bidang kehidupan politik dan ekonomi. Dalam bidang politik misalnya, berkembang norma demokrasi yang membuka ruang kebebasan untuk mengekpresikan tubuh, terutama di dunia hiburan dan fashion (mode pakaian). Sedang dalam bidang ekonomi, penghargaan terhadap tubuh banyak diwujudkan dalam seluruh bentuk aktivitas ekonomi (industri) yang banyak memproduk alat-alat, makanan-makanan serta obat-obatan untuk kebugaran, kecantikan dan komolekan penampilan tubuh.
Dalam konteks budaya yang lebih menghargai tubuh inilah, maka ajaran shaum menjadi sangat penting. Shaum mengajarkan manusia untuk hidup sederhana, zuhud, qana’ah, keikhlasan dan kesabaran. Ajaran shaum ini memberikan penyadaran bahwa mengkonsumsi makanan, berpakaian dan bertempat tinggal itu pada dasarnya hanyalah sekedar bekal ibadah. Sehingga, secara moralitas ajaran shaum, orang akan merasa bersalah kalau ia melakukan konsumsi dengan rakus, berpakaian yang gemerlapan dan bertempat tinggal yang megah, sementara sekitarnya orang hidup dalam keterbatasan yang luar biasa.
Memang tubuh membutuhkan makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Tetapi, shaum mengajarkan bukan menjadikan hidup untuk makan, berpakaian dan bertempat tinggal, melainkan menjadikan makan, berpakaian dan bertempat tinggal untuk hidup. Lebih dari itu, shaum mengarahkan hidup pada pendisiplinan akhlaqul karimah. Hal ini sejalan dengan semangat profetik, bahwa nabi tidak diutus untuk memberikan kesejahteraan materi, kenikmatan makanan, kepuasan seks, kemolekan berpakaian dan kemegahan tempat tinggal, tetapi nabi diutus hanyalah untuk menyempurnakan karakter dan akhlak manusia. Allahu a’lam.



CITA-CITA KETAQWAAN
Oleh : Hendar Riyadi

Shaum di bulan Ramadhan bukanlah dimaksudkan untuk berpayah-payah atau menyakiti secara fisik (la’allakum tata`allamûn). Bukan pula dimaksudkan untuk berlapar-lapar ria (la’allakum tajû’ûn). Tetapi, cita-cita shaum di bulan Ramadhan adalah semata untuk mencapai derajat ketaqwaan. Dalam surat Ali Imran ayat 134 disebutkan ciri dari ketaqwaan tersebut adalah pertama, suka berderma, mengeluarkan sebagian harta pada saat lapang atau sempit, senang maupun susah (alladzina yungfiquna fi al-sarra'I wa al-dharra'i).
Ciri ketaqwaan ini menunjukkan sikap dan kesadaran akan tanggung jawab sosial yang penting dalam ajaran agama, termasuk menjadi cita-cita dari shaum itu sendiri. Shaum harus melahirkan kesalehan sosial yang jauh dari akhlaq telenges, egoisme sempit dan keserakahan. Dari perspektif ini, budaya konsumtivisme dan konsumerisme adalah tidak sejalan dengan cita-cita shaum itu.
Kedua, ciri dari ketaqwaan itu adalah menahan amarah sekalipun dalam kondisi marah yang sangat memuncak (wa al-kadzimina al-ghaidz). Marah adalah pangkal kekerasan, dan kekerasan adalah pangkal kerusakan. Karena itu agama mengajarkan kesabaran, dan shaum itu adalah setengah dari kesabaran itu (al-shaum nisf al-shabr). Kesabaran sebagai cita-cita shaum ini mengajarkan kita untuk dapat mengendalikan diri dari segala keingingan dan hasrat duniawi yang bersifat konsumtif, konsumeristik dan hedonistik.
Ketiga, ciri ketaqwaan yang disebut Al-Quran surat Ali Imran ayat 134 itu adalah pemaaf (wa al-'afina 'an al-nas). Kita menyadari bahwa setiap orang pasti akan melakukan kesalahan. Kecil atau besar, disengaja atau tidak disengaja. Karena itu, pada tempatnyalah bila kita dapat berbagi maaf atas kesalahan-kesalahan yang telah kita sama-sama lakukan.
Dengan demikian, ketaqwaan sebagai cita-cita shaum ini seharusnya dapat meciptakan suasana yang damai, saling menyapa, tidak ada amarah dan dipenuhi asmosfir maaf yang menyejukkan. Perbedaan tidak harus melahirkan caci-maki, kebencian, hasad, apalagi tindak kekerasan. Perbedaan seharusnya dapat melahirkan rahmat, ukhuwah serta keindahan hidup dalam perbedaan dan keragaman. Dalam perspektif ini, shaum mengajarkan kita untuk saling menyapa, menebar maaf dan cinta kasih diantara kita.

kardoivaskuler

BAB IX
SISTEM KARDIOVASKULER

Tujuan Pembelajaran:
Setelah mempelajari anatomi fisiologi sistem kardiovaskuler anda diharapkan mampu:
Darah
1. Menyebutkan minimal 5 fungsi darah
2. Menyebutkan pH normal darah
3. Menyebutkan Komponen darah
4. Menyebutlan jenis-jenis Protein plasma
5. Menjelaskan perubahan yang dapat diidentifikasi dari Hb saat berikatan dengan oksigen dan karbondioksida.
6. Menjelaskan proses eritropoiesis dan Nutrisi yang penting untuk proses eritropoiesis
7. Menjelaskan proses pembentukan bilirubin
8. Menyebutkan macam-macam leukosit
9. Menyebutkan faktor-faktor yang berperan dalam proses pembekuan
10. Menjelaskan mekanisme hemostatis
Pembuluh Darah
1. Menjelaskan prinsip-prinsip perbedaan Pembuluh darah arteri dan vena.
2. Menyebutkan perjalanan darah dalam pembuluh darah dan jantung.
3. Menjelaskan sirkulasi darah sistemik
4. Menjelaskan sirkulasi darah koroner
5. Menjelaskan sirkulasi darah janin
6. Mampu menunjukan arteri: Aorta, subclavia, brachial, radial, iliaka external, femoralis, popliteal, dorsalispedis, karotis.
7. Mampu menunjukan vena: subclavia, jugularis, mediana cubiti, iliaka, femoral, popliteal
8. Menyebutkan vena-vena yang membawa zat-zat hasil absorpsi dari saluran pencernaan sampai dibawa ke hepar dan jantung.
Jantung:
1. Menyebutkan lapisan – lapisan jantung
2. Menyebutkan dan menunjukan Ruang-ruang jantung
3. Menyebutkan dan menunjukan katup-katup jantung
4. Menyebutkan arteri yang mensuplai jantung
5. Menyebutkan peranan jantung
6. Menyebutkan sifat sifat khusus otot jantung
7. Menyebutkan perbedaan karakteristik SA, AV dan Purkinye
8. Menjelaskan proses kelistrikan jantung
9. Menjelaskan gelombang EKG normal.
10. Menjelaskan siklus jantung
11. Menjelaskan 4 faktor yang mempengaruhi fungsi jantung


I. DARAH
Darah memiliki fungsi diantaranya adalah sebagai berikut: Darah Sebagai alat transport gas dalam proses respirasi, membawa keseimbangan asam basa, transport nutrisi, hormon dan enzim, membantu pembuangan zat sisa, mempertahankan pengaturan suhu tubuh, membantu proses pembekuan, membantu pengaturan cairan tubuh dan sebagai pertahanan terhadap Mikroorganisme dan toksin. Pada orang dewasa darah ± 7-9 % dari total BB ± 79 ml/kg ± 4-5 L. Viscositas 3,5 – 5,5 /1000 air, berat jenis = 1.045 – 1.065 dan PH 7,35 dan 7,45.
Darah terdiri atas komponen-komponen darah diantaranya: Plasma (55%) dan Elements (45%). Plasma merupakan bagian cairan tubuh yang terdiri atas 90% Air , 7% Protein , 3% Elektrolit , Asam amino, Glukosa dan Nutrisi dan lain-lain.
A. Protein Plasma
Protein plasma terdiri atas Albumin (60%) yang berperan meningkatkan tekanan osmotik sehingga meningkatkan retensi air, Globulin 36% dan Fibrinogen 4%.
Globulin: Alpha dan Beta, diproduksi di liver, untuk transport lemak. Globulin Gamma: merupakan Immunoglobulin, antibodi yang membantu pertahanan terhadap penyakit (satu-satunya protein plasma yang tidak diproduksi di liver). Immunoglobulin: IgG, IgA, IgM, IgD, IgE.
B. Elektrolit plasma
Elektrolit plasma terdiri atas Cation diantaranya Na+, Ca2+,K+ dan Anion Cl-, PO42-,Cl-.
C. Nutrien dan produk buangan
Nutrien yang ada dalam darah yaitu Glukosa, Asam Amino, Lemak dalam bentuk Fosfolipid, trigliserida, asam lemak bebas, kolesterol. Produk-produk buangan: asam laktat, produk-produk buangan nitrogen hasil akhir metabolisme protein

Gas dan Buffer
Gas yang terdapat dalam darah diantaranya adalah Oksigen, Nitrogen, Karbondioksida dan Bikarbonat.

D. SEL DARAH:
Sel darah terdiri atas sel darah merah (eritrosit) , sel darah putih (lekosit) dan trombosit (Platelet). Secara lebih terperinci masing-masing sel darah tersebut di jelaskan dalam penjelasan di bawah ini:

1. ERITROSIT
Setiap milimeter kubik darah mengandung sekitar 4-6 juta Sel Darah Merah atau eritrosit. Porsi terbesar dari berat eritrosit adalah hemoglobin yang merupakan protein yang membawa oksigen. Setiap Hb mengandung 5% Heme (pigmen yang mengandung zat besi) dan 95% globin (protein polipeptida). Laki-laki biasanya memiliki lebih banyak Hb: 14-18 g/100 mL. Pada wanita 12-16 g/100 mL. Heme group di ikat oleh atom besi dengan satu ikatan O2 Hb yang teroksigenasi oksihemoglobin (HbO2). Untuk mengikatkan setiap hb terdapat 4 rantai polipeptida ( 2 alpha dan 2 Betha) yang merupakan kelompok Heme yang memberi warna pada darah. Untuk mengikatkan setiap kelompok heme diikat oleh atom besi dengan satu bagiannya untuk mengikat oksigen. Atom besi memegang peran kunci dalam fungsi pembawa oksigen dan melepaskannya pada jaringan yang memungkinkan pada saat yang tepat
a. Fungsi Hb:
Hb atau hemoglobin berfungsi mengambil Oksigen dari paru-paru, mentransportasikan Oksigen ke jaringan didalam Pembuluh darah, melepaskan Oksigen pada jaringan yang membutuhkan, membawa CO2 sebagai sisa metabolisme dari jaringan ke paru-paru dan mempertahankan keseimbangan asam basa dengan menjalankan fungsi pengikatan oksigen dan karbondioksida tersebut. Hb memiliki warna ungu kebiruan saat tidak mengandung oksigen. Tetapi akan menjadi merah saat dipenuhi oksigen. Hb yang banyak mengandung Oksigen disebut dengan Oxyhemoglobin





b. Transport O2 dalam Darah
Hb akan mengikat O2 dari kantung-kantung udara di alveolus paru-paru sehingga membentuk oxyhemoglobin dengan berikatan dengan atom besi. Oksihemoglobin kemudian ikut sirkulasi darah dalam eritrosit dan akan memindahkan oksigen ke sel yang membutuhkan. Kemampuan ikatan antara O2 dengan Hb lebih rendah dibandingkan dengan zat-zat racun tertentu seperti insektisida, sulfur dioksida, CO menyebabkan Hb tidak mampu mengikat O2. CO yang dihasilkan dari asap knalpot dan rokok memiliki kemampuan 210 kali lebih lepat dibandingkan O2. 0,1-0,2 % kadar CO dalam udara dapat menyebabkan kematian karena memblok kemampuan ikatan oksigen.

c. Transport CO2 dalam Darah
CO2 lebih mudah larut dlm air dibandingkan dengan O2 dan lebih mudah melewati dinding kapiler dari jaringan. CO2 diitransport dengan 3 cara:
1) Enampuluh persen (60% ) CO2 bereaksi dengan air untuk membentuk Asam karbonat:
CO2 + H2O H2CO3 HCO3- + H+
2) Tigapuluh persen (30%) CO2 bereaksi langsung dengan Hb membentuk Carbaminohemoglobin (HbCO2)
3) Sepuluh persen (10%) CO2 diikat langsung oleh plasma dan sel darah merah sebagai molekul CO2

d. Membran eritrosit
Eritrosit memiliki membran yang tipis, kuat dan fleksibel sehingga eritrosit dapat bergerak dengan mudah melewati pembuluh darah yang kecil sekalipun. Membran permeabel terhadap air, O2, CO2, glukosa, urea, dan beberapa senyawa lain, tetapi impermeabel terhadap Hb dan protein besar yang lain. Membran eritrosit dalam kondisi normal cairan dalam sel dengan diluar sel sama. Jika konsentrasi solut plasma meningkat maka air di luar erotrosit lebih rendah daripada di dalam eritrosit dan plasma menjadi hipertonik. Sehingga air meninggalkan sel lebih cepat daripada yang memasuki sel sehingga sel menjadi menyusut. Sebaliknya jika konsentrasi solut dalam plasma menurun, maka air dalam plasma lebih dibandingkan dengan didalam sel, dan plasma menjadi hipotonik sehingga air lebih cepat memasuki sel daripada yang keluar dan sel menjadi bengkak dan mudah mengalami pecah. Pecahnya eritrosit disebut dengan hemolisis.
Dalam kondisi normal cairan dalam sel dengan diluar sel sama. Jika konsentrasi solut plasma meningkat maka air di luar erotrosit lebih rendah daripada di dalam eritrosit dan plasma menjadi hipertonik. Sehingga air meninggalkan sel lebih cepat daripada yang memasuki sel sehingga sel menjadi menyusut. Sebaliknya jika konsentrasi solut dalam plasma menurun, maka air dalam plasma lebih dibandingkan dengan didalam sel, dan plasma menjadi hipotonik sehingga air lebih cepat memasuki sel daripada yang keluar dan sel menjadi bengkak dan mudah mengalami pecah. Pecahnya eritrosit disebut dengan hemolisis.
Sebelum kelahiran, fetus memproduksi sel darah secara progresive di yolk sac, hati dan limpa sampai dengan bulan kelima. Setelah itu menurun di organ tersebut dan meningkat di sumsum tulang. Setelah lahir eritrosit diproduksi utamanya dan terusmenerus di sumsum tulang (merah) di beberapa tulang: vertebrata, Rusuk, sternum, pelvis dan pada ujung atas femur dan humerus. Proses tersebut disebut erytropoiesis

e. Eritropoiesis
Setiap keadaan yang menyebabkan penurunan transportasi jumlah oksigen ke jaringan akan meningkatkan kecepatan pembentukan sel darah merah/eritropoiesis. Faktor utama yang dapat merangsang pembentukan sel darah merah adalah eritropoietin. Keadaan hipoksia akan meningkatkan produksi eritropoietin yang diproduksi oleh ginjal, selanjutnya eritropoietin akan meningkatkan proses pembentukan sel darah merah sampai keadaan hipoksia tertanggulangi. Pengeluaran eritropoietin dari ginjal dipicu karena darah yang anemis dari kapiler peritubular tidak dapat mengirim oksigen ke sel epitel tubulus ginjal dimana epitel tubulus ginjal memakai banyak sekali oksigen. Selain dipicu oleh hipoksia di ginjal, pengeluaran eritropoietin juga dipicu oleh epinefrin dan norepinefrin serta beberapa prostaglandin.
Eritropoietin akan merangsang produksi proeritroblas dari sel-sel stem hemopoietik dalam sumsum tulang menjadi Basofil eritroblas, polikromatofil eritroblas, Retikulosit dan akhirnya menjadi eritrosit. Proses pembentukan eritrosit dari proeritroblas sampai dengan polikromatofil eritroblas terjadi di sumsum tulang dan setelah menjadi retikulosit sel darah merah akan di lepaskan ke sirkulasi sampai terjadi proses pematangan yang berlanjut menjadi eritrosit matang dan bersirkulasi sampai dengan sekitar 120 hari sebelum akhirnya rusak.

Gambar 9.1: Tahap-tahap pembentukan sel darah merah (Martini, 2001, hal 633)

1) Nutrisi yang penting dalam proses eritropoiesis
Produksi dan destruksi eritroist dipertahankan dalam level yang seimbang, stabil. Jika eritrosit hilang dari sirkulasi, eritropoiesis meningkat sampai dengan level eritrosit normal. Normal produksi eritrosit pada dewasa ± 10 milyar sel satu jam . karena terus menerus harus memenuhi kebutuahan akan sel darah merah, maka sel-sel sumsum tulang merupakan sel yang tumbuh dan bereproduksi paling cepat di seluruh tubuh. Proses reproduksi tersebut dipengaruhi oleh nutrisi seseorang. Nutrisi yang penting untuk mempertahankan keadaan ini adalah:
a) Asam amino untuk produksi Hb
b) Zat besi untuk produksi heme
c) Riboflavin, vit B12, asam folat untuk pematangan sel
d) Vitamin B6 untuk sintesa hemoglobin.
Dua vitamin yang khususnya penting untuk pematangan akhir sel darah merah adalah vitamin B12 (sianokobalamin) dan asam folat. Keduanya bersifat penting untuk sintesis DNA untuk pembentukan timidin trifosfst. Oleh karena itu, kekurangan kedua vitamin ini dapat menyebabkan penurunan DNA dan mengakibatkan kegagalan pematangan dan pembelahan inti. Kondisi ini menghasilkan sel darah merah yang ukurannya lebih besar atau disebut makrositik yang memiliki membran yang sangat tipis dan bentuk tidak teratur. Sel darah merah makrositik ini setelah dilepas ke sirkulasi masih dapat mengikat oksigen tetapi karena rapuh sel memiliki masa hidup yang lebih pendek. Penyebab utama kegagalan pematangan adalah karena kegagalan absorpsi Vitamin B12 dari saluran pencernaan karena atrofi mukosa lambung sehingga kekurangan faktor intrinsik yang berperan dalam absorpsi vitamin ini. Keadaan tersebut disebut dengan anemia pernisiosa. Kegagalan pematangan karena defisiensi asam folat sering akibat penyakit usus seperti sariawan usus/sprue. Asam folat banyak ditemukan pada sayuran hijau, buah-buahan tertentu, hati. Asam folat mudah hancur selama makanan dimasak
2) Proses pembentukan Hemoglobin
Dalam proses pembentukan Hb, sintesis Hb dimulai dalam proeritroblast dan kemudian dilanjutkan sedikit dalam stadium retikulosit. Dalam proses pembentukan Hb ini mmemerlukan besi. Besi akan berikatan dengan protoporfirin IX membentuk molekul heme. Akhirnya setiap molekul heme bergabung dengan rantai polipeptida panjang yang disebut dengan globin.
3) Peranan Zat Besi dalam proses pembentukan Hemoglobin
Zat besi penting untuk pembentukan hemoglobin, mioglobin, sitokrom, sitokrom oksidase, peroksidase dan katalase. Jumlah total besi dalam tubuh rata-rata 4-5 gram, sekitar 65%nya dijumpai dalam bentuk hemoglobin. Ketika besi di absorpsi dari usus halus, besi segera bergabung dalam plasma darah dengan beta globulin yaitu apotransferin untuk membentuk transferin yang selanjutnya diangkut dalam plasma. Kelebihan besi dalam darah disimpan dalam seluruh sel tubuh terutama di hepatosit hati dan sedikit di sel retikuloendotelial sumsum tulang. Besi yang disimpan dalam bentuk ferritin disebut besi cadangan. Di tempat penyimpanan ada sedikit besi yang tersimpan dalam bentuk yang tidak larut disebut hemosiderin. Hal ini terjadi jika jumlah total besi dalam tubuh melebihi yang daspat ditampung oleh tempat penyimpanan apoferitin untuk dibentuk menjadi ferritin.
Jika jumlah besi dalam darah kurang maka besi akan dilepaskan dengan mudah dari feriitin, tetapi tidak demikian halnya dengan hemosiderin yang cukup sulit. Transferin akan terikat dengan sangat kuat dengan reseptor pada membran eritroblast di sumsum tulang. Selanjutnya transferin akan memasuki eritroblas dengan cara endositosis dan langsung menuju mitokondria tempat sintesis heme.
Setiap hari, manusia mengekskresikan sekitar 1 miligram besi terutama dalam tinja. Jika terjadi perdarahan maka jumlha besi yang hilang lebih banyak lagi. Pada wanita, hilangnya darah menstruasi mengakibatkan kehilangan besi rata-rata 2 mg/hari.
Besi diabsorpsi dari semua bagian usus halus dengan proses sebagai berikut: hati menyekresi apotransferin kedalam empedu yang mengalir ke duodenum. Di usu halus apotransferin berikatan dengan besi bebas dan dengan beberapa senyawa besi seperti hemoglobin dan mioglobin dari makanan. Ikatan apotransferin dengan besi ini membentuk transferin yang kemudian berikatan dengan reseptor pada membran sel epitel usus. Kemudian dengan cara pinositosis molekul transferin diabsorpsi kedalam sel epitel dan masuk kedalam peredaran darah dalam bentuk transferin plasma.
Hemoragic menyebabkan terjadinya Hipoxia sehingga tekanan oksigen menurun. Penurunan tekanan oksigen ini akan menyebabkan Stimulasi produksi eritroprotein sehingga Hemocytoblast meningkat, sehingga meningkatkan eritrosit. Peningkatan eritrosit menyebabkan Tekanan Oksigen dan kandungan oksigen meningkat sehingga hipoxia menurun dan keadaan kembali kepada keadaan hemostatis.

f. Pemecahan Sel Darah Merah
Masa hidup eritrosit sekitar 120 hari. Terutama karena tidak memiliki nukleus dan tidak mampu untuk mengubah enzim dan protein yang dilakukan untuk mempertahankan fungsinya. Eritrosit menggunakan glukosa untuk energi tapi tidak dapat mensintesa banyak protein. Eritrosit yang sudah mulai tua dan rapuh akan masuk ke sinusoid yang ada di limpa. Membrannya menjadi ruptur dan sisa-sisa sel di fagositosis oleh makrofag. Makrofag menghancurkan Hb menjadi asam amino dan mengembalikannya kedalam tubuh utnuk disintesa kembali menjadi protein yang baru. Heme dari Hb akan dikonversi menjadi biliverdin dan kemudian menjadi bilirubin. Dengan berikatan dengan albumin plasma bilirubin dibawa ke hati. Dihati bilirubin dikonjugasi dengan asam glukoronat menjadi bilirubin terkonjugasi dan disekresikan kedalam kandung empedu. Zat besi dari heme dikonjugasi dengan protein dan disimpan dalam sumsum tulang sebagai ferritin

2. LEUKOSIT
Leukosit berfungsi untuk menghancurkan Mikro Organisme di daerah infeksi dan membantu menghancurkan bahan-bahan kimia. Pada orang dewasa ± 1000 eritrosit untuk setiap satu leukosit. Jumlah normal leukosit sekitar 4000 sampai dengan 12.000 mm3.
Produksi leukosit disebut dengan leukopoiesis.Leukopoiesis terjadi di jaringan limphoid seperti kelenjar limfe, limpa dan tonsil. Secara garis besar leukosit diklasifikasikan kedalam: Agranulosit (Mononuclear leukosit) dan Granulosit (Polymorphonuclear leukosit).
a. Granulosit (Polymorphonuclear Leukosit).
Tiga jenis Granulosit yaitu Neutropil (sekitar 60%), Eosinopil dan Basopil

1) Neutropil
Neutropil seperti amuba, memiliki pseudopodia. Netropil berfungsi untuk menghancurkan mikroorganoisme dan partikel-partikel lain. Granula dalam sitoplasma mengandung enzim (lisozim) yang menghancurkan mikroorganisme dan partikel-partikel. Dalam proses fagositosis Netropil juga mungkin akan mengalami kerusakan. Mikroorgranisme yang mati dan netropil yang rusak akan membentuk PU. Netropil dapat memasuki area yang mengalami perlukaan atau infeksi karena adanya bantuan zat kimia yang menuntun netropil yang disebut dengan kemotaksis. Neutropil dapat melalui membran kapiler dengan cara merubah bentuknya menjadi lebih panjang dan tipis untuk melalui membran yang disebut dengan diapedesis.

2) Eosinophil
Seperti neutropil, eosinophil memiliki kemampuan fagositosis dan memiliki pergerakan amuboid. Granulanya mengandung lisosom. Lebih berperan dalam memfagosit kompleks antigen-antibodi. Untuk alasan yang belum diketahuipasti, eosinophil meningkat dalam serangan alergi, infeksi parasit, dan beberapa penyakit autoimun dan dalam beberapa jenis kanker. Eosinopil mengandung plasminogen yang merupakan protein yang membantu dalam proses penghancuran kemballi bekuan darah.

3) Basophil
Granula dari basophil mengandung heparin (anti pembekuan), histamin (menyebabkan dilatasi pembuluh darah pada tubuh secara umum dan kontriksi pembuluh darah di paru-paru) dan substansi Slow-reacting dari allergi (SRS-A, diproduksi pada gejala allergi seperti asthma). Fungsi pasti belum diketahui tapi berperan dalam fagositosis dan dapat menyebabkan anaphilaktik shock atau shock sirkulasi. Kebanyakan/sebagian besar netrophil dalam pembuluh darah tidak benar-benar bersirkulasi tapi dalam keadaan siap bergerak jika dibutuhkan, dan berada dibagian dalam dinding pembuluh darah. Kebanyakan granulosit berumur 5-10 hari.

b. Agranulosit (Mononuclear Leukosit)
Dua jenis Agranulosit yaitu Monosit dan Limfosit.
1) Monosit
Biasanya memiliki sedikit nonspesifik granula lisosom dalam sitoplasmanya, diproduksi di sumsum tulang dari monoblas dan memasuki pembuluh darah setelah sekitar 30-70 jam.
2) Limfosit
Terdapat dua jenis limfosit yaitu limfosit B dan limfosit T. Llimfosit B diproduksi di sumsum tulang dan berkumpul di jaringan limfe. Limfosit T di produksi di kelenjar timus dan berkumpul di jaringan limfe. Keduanya berperan dalam sistem imunologi.

3. TROMBOSIT/PLATELET
Trombosit memiliki ukuran seperempat ukuran eritrosit. Fungsi utamanya adalah untuk pembekuan. Jumlah normal trombosit sekitar 350.000/ mm3. Masa hidup trombosit sekitar 7-8 hari. Trombosit dibentuk dari megakaryoblas.



E. PEMERIKSAAN DARAH
Hb: Laki-laki : 14-18 g /10 mL
Wanita: 12-16 g/10 mL
HCt (hematokrit): Volume sel darah merah dalam darah: dengan cara sentrifuse
HCt 46%: 46 ml sel darah merah dalam 100 ml Whole Blood
HCt laki-laki: 45-52%, Wanita 37-48%
Sel darah merah dan platelet : 2 ml dan
Plasma 52 ml

F. MEKANISME HEMOSTATIS
Tiga bagian mekanisme hemostatis yaitu: (1) Kontriksi pembuluh darah, (2) Agregasi trombosit dan (3) Pembekuan Darah.

1. Fase Vasokontriksi
Normalnya ketika jaringan mengalami kerusakan dan darah keluar adri pembuluh darah, maka pembuluh darah akan berkontriksi untuk mengecilkan permukaan pembuluh darah yang terbuka dan melambatkan aliran darah. Vasokontriksi otot halus pembuluh darah merupakan respon terhadap injuri dan platelet yang mengeluarkan bahan kimia vasokonstriktor.

2. Fase Platelet/agregasi trombosit.
Pada daerah trauma terjadi edema dan terbentuknya kolagen. Granula platelet melepaskan serotonin, ADP, prostaglandin dan fosfolipid. Serotonin dan prostaglandin menstimulasi vasokontriksi. Fosfolipid mengaktifkan faktor pembeku dan ADP menyebabkan platelet menjadi sangat lengket satu sama lain sehingga membentuk gumpalan platelet menutup pembuluh darah. Proses ini disebut dengan agregasi platelet atau agregasi trombosit.

3. Fase Pembekuan/Koagulasi.
a. Dibantu oleh globulin plasma, antihemofilik faktor (AHF),platelet hancur/pecah melepaskan enzim tromboplastinogenase dan platelet faktor.
b. Tromboplastinogenase berikatan dengan AHF untuk merubah globulin plasma. Tromboplastinogen berubah menjadi enzim tromboplastin.
c. Tromboplastin berikatan dengan ion Ca untuk mengubah protein plasma yang tidak aktif menjadi anzim yang aktif trombin
d. Trombin bekerja sebagai katalis untuk merubah soluble plasma protein. Fibrinogen menjadi insoluble plasma protein fibrin.
e. Fibrin menjadi benang-benang yang menjerat sel-sel darah dan membantu membentuk bekuan.

Ringkasan:
Tromboplastinogenase+AHF
Tromboplastinogen Trombopalstin

Tromboplastin+ion Ca
Protombin Trombin
Trombin
Fibrinogen Fibrin

Faktor-faktor pembekuan:
I Fibrinogem
II Protrombin
III Tromboplastin/faktor jaringan
IV Ion Ca
V Proakselerin/labil factor/globulin akselerator
VII Serum prothrombin conversion accelerator (SPCA)/stabil factor/prokonvertin
VIII Antihemofilik Faktor (AHF), antihemofilik factor A/ antihemolitik globulin (AHG)
IX Plasma Thromboplastin component (PTC), Christmas factor/antihemofilik factor B
X Stuart Faktor
XI Plasma Tromboplastin Antecedent (PTA)/antihemofilik factor C
XII Hageman Factor
XIII Fibrin-stabilizing factor (FSF)/lakilorand factor







Jalur Intrinsik proses pembekuan:











Jalur ekstrinsik proses pembekuan

Secara keseluruhan proses pembekuan dapat digambarkan pada gambar berikut ini:

Gambar 9.2: Tahap-tahap Pembekuan (Martini, 2001, hal 647)

Hemostasis dan sistem persyarafan
Sistem syaraf simpatis membantu untuk menghentikan perdarahan. Ketika tubuhkehilangan lebih dari 10% darah maka tubuh akan mengalam drop dan tekanan darah menurun sehingga terjadi shock. Tekanan darah yang menurun menyebabkan kontriksi vena dan arteri kecil untuk meningkatkan HR. Manusia mati jika kehilangan 15-20% darah

Inhibisi pembekuan: Antikoagulan
1. Heparin. Merupakan polisakarida yang dihasilkan oleh sel mast dan basofil. Heparin terkonsentrasi di liver dan paru-paru. Heparin + antitrombin co faktor ada dalam sirkulasi darah sehingga darah tidak membeku.
2. Fibrinolisis: pencegahan terhadap pembekuan adalah dengan fibrinolisis oleh plasminogen yang aktif menjadi enzim yang disebut dengan plasmin
3. Obat-obat antikoagulan:
Aspirin/asetylsalicylic: Antikoagulan yang mencegah perlengketan paltelet dan menghambat pelepasan faktor pembeku dari platelet
Urokinase: enzim yang dikeluarkan ginjal, ditemukan diurin, mengaktifkan plasminogen dan fibrinolisis
Streptikinase: dilepaskan oleh bakteri streptokokus, mengaktifkan plasminogen, fibrinolisis
Pemeriksaan Fungsi Bekuan darah:
1. Platelet Count: lebih dari 150.000/mm3
2. Bleeding time: 3-6 menit
3. Clothing time 5-8 menit
4. Protrombin Time 12 detik

G. GOLONGAN DARAH
Karl Landsteiner mengemukakan bahwa manusia memiliki darah yang berbeda. Ia membedakan dua golongan glikoprotein dipermukaan sel darah merah yaitu antigen A dan B, mereka membentuk aglutinogen dan gumpalan sel darah merah itu disebut hemagglutination.
1. Golongan A memiliki aglutinogen A
2. Golongan B memiliki Aglutinogen B
3. Golongan AB memiliki aglutinogen AB
4. Golongan O tidak memiliki aglutinogen A+B

Golongan drh Ortu Mungkin Pd Anak Tdk mungkin
A+A A,O AB, B
A+B A,B,AB,O -
A+AB A,B,AB O
A+O A,O AB,B
B+B B,O A,AB
B+AB A,B,AB O
B+O B,O A,AB
AB+AB A,B,AB O
AB+O A,B AB,O
O+O O A,B,AB

Pengelompokan darah
Gol Aglutinogen Aglutinin Dpt mendonor menrima
Drh (isoantigen) (isoantibodi)
di eritrisit di Plasma

A B Anti B A,AB A,O
B B Anti A B,AB B,O
AB A,B Non AB A,B,AB,O
O NON Anti A-Anti B A,B,AB,O O

Faktor Rh
Sekitar 85% kulit putih amerika memiliki Rh+, 15 % tanpa faktor Rh/ Rh-. Di Indonesia pada umumnya Rh-. Sistem Rh mengandung 6 antigen eritrosit (D,C,E c, d dan e), Antigen D lebih penting dalam produksi antibody. Jika darah dari RH+ ditransfusi ke Rh- maka Rh- akan membentuk antibodi terhadap RH+ sel darah merah selama bebrapa bulan dan selanjutnya antibodi timbuh di RH- plasma dan ini membahayakan karena antibodi yang terbentuk akan mengaglutinasi Rh+ sel darah merah. Anak dengan ayah RH+ dan ibu Rh- faktor resiko meningkat jika Rh- ibu mengandung Rh+ anak. Normalnya sirkulasi fetus adalah dari ibu secara garis besar, tapi saat saat tertentu darah fetus dapat mencampuri darah ibu selama akhir kehamilan/saat kelahiran. Jika antigen fetus mencampuri peredaran darah ibu melalui plasenta ibu akan membentuk antibodi sebagai respon antigen RH+ fetus dan masuk kembali melalui plasenta sehingga membahayakan fetus.

II. JANTUNG

A. Anatomi Jantung.
Secara struktur, jantung memiliki Panjang ± 12 cm, Lebar ± 9 cm, Berat jantung laki-laki dewasa ± 250-390 gram dan Berat jantung wanita dewasa ± 200-275 gram. Jantung terletak di dalam rongga mediastinum dari rongga dada. Bagian ujung disebut apex (ICS 4 atau 5 Mid klavikularis), Apex terbentang kearah depan, bawah dan kiri. Apex memiliki kemampuan untuk bergerak terutama saat jantung berkontraksi dan relaksasi. sedangkan bagian pangkal/dasar tidak karena terikat dengan pembuluh pembuluh darah besar
Selaput-selaput yang mengitari jantung disebut perikardium yang terdiri atas dua lapisan yaitu Perikardium parietalis ( lapisan luar yang melekat pada tulang dada dan selaput paru) dan Perikardium visceralis (lapisan permukaan dari jantung yang disebut epikardium). Diantara lapisan perikardium tersebut terdapat sedikit cairan pelumas yang berfungsi untuk mnegurangi gesekan yang timbul akibat gerak jantung saat memompa. Cairan tersebut disebut dengan cairan perikardium
Dinding jatung terdiri dari 3 lapisan yaitu Lapisan luar (epikardium/ perikardium visceralis), lapisan tengah (lapisan otot, miokardium) dan Lapisan dalam (endokardium).
Jantung terdiri atas 4 ruang yang disebut atrium yang terdiri atas atrium kanan dan atrium kiri serta ventrikel yang terdiri atas ventrikel kanan dan ventrikel kiri. Atrium Kanan berfungsi sebagai penampung darah yang rendah oksigen dari seluruh tubuh. Darah mengalir dari vena kava superior dan inferior serta sinus koronarius yang berasal dari jantung sendiri. Darah lalu dipompakan ke ventrikel kanan. Atrium kiri Menerima darah yang kaya oksigen dari paru-paru melalui 4 buah vena pulmonalils. Lalu darah mengalir ke ventrikel kiri.
Permukaan dalam ventrikel memperlihatkan alur-alur otot yang disebut trabekula. Beberapa alur tampak menonjol yang disebut muskulus papilaris. Ujung muskulus papilaris dihubungkan dengan tepi daun katup atrioventrikuler oleh serat-serat yang disebut korda tendinae. Ventrikel kanan menerima darah dari atrium kanan dan dipompakan ke paru-paru melalui arteri pulmonalis, ventrikel kiri menerima darah dari atrium kiri dan dipompakan ke seluruh tubuh melalui aorta. Kedua ventrikel ini dipisahkan oleh sekat yang disebut septum ventrikel.




Gambar 9.2: Struktur Permukaan Jantung (Martini, 2001, hal 657)

Jantung memilik katup-katup, yaitu katup atrioventrikuler dan katup semi lunar. Katup atrioventrikuler adalah katup yang terletak antara atrium dan ventrikel. Katup yang terletak antara atrium kanan dan ventrikel kanan memiliki tiga buah daun katup yang disebut katup tricuspid dan katup yang terletak antara atrium kiri dan ventrikel kiri mempunyai dua buah daun katup disebut katup bicuspid atau mitral. Katup atrioventrikuler memungkinkan darah mengalir dari masing-masing atrium ke ventrikel pada fase diastolik ventrikel dan mencegah aliran balik pada saat sistol ventrikel (kontraksi).
Katup semilunar terdiri atas katup pulmonal yang terletak pada arteri pulmonalis, memisahkan arteri pulmonalis dengan ventrikel kanan dan katup aorta terletak antara ventrikel kiri dan aorta. Kedua katup semilunar memiliki bentuk yang sama, terdiri dari 3 daun katup yang simetris disertai penonjolan menyerupai corong yang dikaitkan dengan sebuah cincin serabut. Adanya katup semilunar memungkinkan darah mengalir dari masing-masing ventrikel ke arteri pulmonalis atau aorta selama sistol ventrikel dan mencegah aliran balik waktu diastol ventrikel. Pembukaan katup terjadi pada waktu masing-masing ventrikel berkontraksi, dimana tekanan ventrikel lebih tinggi daripada tekanan didalam pembuluh-pembuluh arteri. Dibagian atas daun katup aorta terdapat tiga buah penonjolan dinding aorta yang disebut “sinus valsalva”. Muara arteri koronaria terdapat pada tonjolan-tonjoilan tersebut. Sinus-sinus melindungi muara koroner dari penyumbatan oleh daun katup pada waktu aorta terbuka.

Gambar 9.3: Anatomi Jantung (Martini, 2001, hal 661)
B. Suplai Darah Pada Jantung
Otot jantung memerlukan lebih banyak oksigen dibandingkan organ lain kecuali otak. Jantung menerima suplai darah dari pembuluh darah sirkulasi koroner. Arteri Koroner adalah cabang pertama dari sirkulasi sistemik. Sirkulasi koroner terdiri dari arteri koroner kanan dan kiri.
1. Arteri Koroner Kiri
LMCA (Left Main Coronary Artery) mempunyai 2 cabang besar yaitu ramus desenden anterior (Left Anterior desenden, LAD) dan Ramus sirkumpleks (Left Circumflex, LCx). Arteri koronaria kiri melingkari jantung dlam dua lekuk yaitu Sulkus atrioventrikuler yang melingkari jantung antara atrium dan ventrikel dan Sulkus interventrikuler: yang memisahkan kedua ventrikel. Pertemuan kedua lekkuk ini dibagian permukaan posterior jantung yang disebut Kruks jantung dimana terdapat Nodus Atrioventrikuler (Nodus AV) dan pembuluh darah yang melewatinya memasok nutrisi untuk nodus tersebut.
Ramus sirkumfleks berjalan disisi kiri jantung di sulkus atrioventrikuler kiri . Ramus sirkumfleks memberi nutrisi pada atrium kiri dan dinding samping serta bawah ventrikel kiri. Ramus desenden anterior memberi nutrisi pada dinding depan ventrikel kiri. Ramus desenden anterior terdapat disebelah depan kiri dan turun kebagian bawah permukaan jantung melalui sulkus interventrikuler sebelah depan lalu melewati apeks jantung dampai dengan kebagian distal bersatu dengan cabang arteri koroner kanan
2. Arteri Koroner Kanan
Berjalan disisi kanan jantung pada sulkus atrioventrikuler kanan. Pada dasarnya memberi nutrisi pada atrium kanan, ventrikel kanan dan dinding sebelah dalam dari ventrikel kiri. Meskipun Nodus SA (Sinoatrial) letaknya di atrium kanan tetapi hanya 55% kebutuhan nutrisinya dipasok oleh arteri koronaria kanan sedangkan 42% lainnya dipasok oleh cabang-cabang arteri sirkumfleks kiri. Nutrisi Nodus AV: 90% dari arteri koroner kanan dan 10% dari arteri sirkumfleks.
Secara skematik suplai darah ke jantung dari arteri-arteri yang memperdarahinya dapat dilihat pada bagan berikut ini:













Vena-vena pada jantung terdiri atas Vena Tebesian, Vena Kardiaka anterior dan Sinus Koronarius. Vena Tebesian merupakan sistem yang terkecil, menyalurkan sebagain darah dari miokardium atrium kanan dan ventrikel kanan. Vena Kardiaka anterior mempunyai fungsi yang cukup berarti, mengosongkan sebagian besar besar isi vena ventrikel langsung ke atrium kanan. Sinus Koronarius dan cabangnya merupakan sistim vena yang paling besar dan paling penting. Berfungsi menyalurkan pengemballian darah vena miokard ke dalam atrium kanan melalui ostium sinus koronarius yang bermuara di samping vena kava inferior.

C. Persyarafan Pada Jantung
Efektivitas pompa jantung terutama dikendalikan oleh saraf simpatis dan parasimpatis (vagus). Perangsangan simpatis yang kuat dapat meningkatkan denyut jantung dan meningkatkan kontraksi otot jantung sehingga meningkatkan cardiac output. Perangsangan parasimpatis yang kuat pada jantung dapat menurunkan denyut jantung bahkan menghentikannya pada beberapa detik dan menurunkan kekuatan kontraksi otot jantung.

D. Fisiologi Jantung
Jantung memiliki dua peranan yaitu:
1. Menerima darah yang kurang oksigen dari seluruh tubuh dan mengirimnya ke paru-paru untuk mendapatkan oksigen
2. Memompakan darah yang kaya oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh

Otot jantung memiliki banyak mitokondria yan menyediakan energi yang terus menerus untuk kerja jantung yan cukup berat. Otot jantung juga memiliki myoglobin yang merupakan pigmen otot yang memiliki kandungan oksigen yang cukup tinggi. Ketersediaan cadangan oksigen dalam otot jantung sangat penting karena jantung akan berhenti berdenyut jika tidak terdapat cadangan oksigen.

1. Elektrofisiologi sel-sel otot jantung
Aktifitas listrik jantung merupakan akibat dari perubahan permeabilitas membran sel yang memungkinkan pergerakan ion-ion melalui membran tersebut. Dengan masuknya ion-ion ini,maka muatan listrik sepanjang membran mengalami perubahan yang relatif. Terdapat 3 ion yange mempunyai fungsi penting dalam elektrofisiologi sel yuaitu: K+, Na+ dan Ca+. Kalium lebih banyak terdapat dalam sel, sedangkan Natrium dan Kalsium diluar. Perpindahan ion Khlor juga terjadi pada sel-sel otot jantung.
Dalam keadaan istirahat sel-sel otot jantung mempunyai muatan positif dibagian luar sel dan muatan negatif dibagian dalam sel, ini dapat dibuktikan dengan Galvanometer. Perbedaan muatan antara bagian luar dan bagian dalam sel disebut “resting membrane potential”. Bila sel dirangsang, akan terjadi perubahan muatan. Aksi potensial pada jantungg dapat disebabkan oleh rangsangan listrika, kimia, mekanik, dan termis. Penyebab-penyebab tersebut diatas akan mengakibatkan perubahan permeabilitas membran terhadap ion-ion. Aksi potensial dibagi atas lima fase sesuai dengan elektrofisiologi yang terjadi, yaitu:
a. Potensial membran istirahat otot jantung sekitar -90 mVolt
b. Depolarisasi pada jantung dihasilkan dari perpindahan sejumlah besar natrium kedalam sel (30 mVolt)
c. Fase repolarisasi awal akibat dari pergerakan ion Cl (bermuatan negatif) ke dalam sel setelah depolarisasi (20 mVolt)
d. Fase Plateau pada otot jantung lebih lama daripada otot lain dan syaraf. Otot jantung juga memiliki masa refrakter yaitu saat dimana dia tidak berespon dengan stimulus sampai dengan potensial aksi selesai. Selama fase ini tidak ada perubahan muatan listrik. Terdapat keseimbangan antara ion positif yang masuk dan keluar. Yang menyebabkan fase ini adalah masuknya Ca++ dan Na+ kedalam sel secara perlahan-lahan yang diimbangi dengan keluarnya K+ dari dalam sel. Masa Plateau bermanfaat untuk pengisian kembali darah pada jantung dan memastikan bahwa tidak ada denyut tambahan yang terjadi selama impuls listrik berjalan di jantung.
e. Repolarisasi. Pada masa ini muatan Ca++ dan Na+ berangsur-angsur tidak mengalir lagi dan permeabilitas terhadap K+ sangat tinggi sehingga K+ keluar dengan cepat. Akibatnya muatan positif dalam sela sangat berkurang sehingga muatan dalam sel relatif negatif dan muatan diluar sel menjadi relatif positif.
Secara skematik penjelesan tentang kelistrikan jantung tersebut dapat di ilistrasikan pada gambar berikut ini:
Gambar 9.4: (Carola, , hal 661)

2. Sistem Konduksi/Hantaran
Didalam otot jantung terdapat jaringan khusus yang menghantarkan aliran listrik. Jaringan tersebut mempunyai sifat-sifat khusus, yaitu:
a. Otomatisasi yaitu kemampuan untuk menimbulkan impuls secara spontan
b. Irama yaitu pembentukan impuls yang teratur
c. Daya konduksi yaitu kemampuan untuk menyalurkan impuls
d. Daya rangsang yaitu kemampuan untuk bereaksi terhadap rangsang

Berdasarkan sifat-sifat tersebut diatas, maka secara spontan dan teratur jantung akan menghasilkan impuls-impuls yang disalurkan melalui sistem hantar untuk merangsang otot jantung dan bisa menimbulkan kontraksi otot. Perjalanan impuls dimulai dari nodus SA, nodus AV, sampai ke sersbut purkinye
a. Nodus SA
Disebut pemacu alami karena secara teratur mengeluarkan aliran listrik/impuls yang kemudian menggerakkan jantung secara otomatis. Pada keadaan normal impuls yang dikeluarkan frekuensinya 60-100 kali /menit. Nodus SA dapat menghasilkan impuls karena adanya sel-sel “pacemaker” yang mengeluarkan impuls secar otomatis. Sel ini dipengaruhi oleh syaraf simpatis dan parasimpatis. Bila seseoang dalam keadaan marah maka rangsangan syaraf simpatis meningkat dan syaraf parasimpatis menurun, berakibat dengan takhikardi. “valsava manuver” menyebabkan rangsangan dan para-simpatis meningkat sehingga mengakibatkan bradikardia. Nodus SA terletak di dekat muara vena kava superior
b. Traktus internodal
Menghantarkan impuls dari nodus SA ke nodus AV. Traktus internodal terdiri dari:
- Jalur Anterior
- Jalur Middle
- Jalur Posterior
c. “BRACHMAN Bundle”
Menghantarkan impuls dari nodus SA ke atrium kiri
d. Nodus AV
Letaknya didalam dinding septum (sekat) atrium sebelah kanan, tepat diatas katup trikuspid dekat muara sinus koronarius. Mempunyai dua fungsi yang penting yaitu menahan Impuls jantung selama 0,08-0,12 detik, untuk memungkinkan pengisian ventrikel selama atrium berkontraksi dan mengatur jumlah impuls atrium yang mencapai ventrikel. Nodus AV dapat menghasilkan impuls dengan frekuensi 40-60 kali/menit
e. “Bundle of HIS”
Berfungsi menghantarkan impuls dari nodus AV ke sistem “branch bundle”.
f. Sistim “Bundle Branch”
Merupakan lanjutan dari “bundle of Hiss” yang bercabang menjadi dua yaitu:
1) “Righat bundle branch” (RBB/cabang kanan): mengirim impuls ke otot jantung ventrikel kanan
2) “Left bundle branch” (LBB/cabang kiri), yang terbagi dua yakni:
o Deviasi ke belakang (left posterior vesicle), menghantarkan, impuls ke endokard ventrikel kiri bagian posterior dan inferior.
o Deviasi ke depan (left anterior vesicle), menghantarkan impuls ke endokard ventrikal kiri bagian anterior dan superior
g. Sistem purkinye
Merupakan bagian ujung dari bundle branch. Menghantarkan/ mengirimkan impuls menuju lapisan sub-endokard pada kedua ventrikel Sehingga terjadi depolarisasi yang diikuti oleh kontraksi ventrikel. Sel-sel pacemaker di sub-endokard ventrikel dapat menghasilkan impuls dengan frekuensi 20-40 kali/menit. Pemacu-pemacu cadangan ini mempunyai fungsi sangat penting. Yakni untuk mencegah berhentinya denyut jantung pada waktu pemacu alami (nodus SA) tidak berfungsi.

Sistem konduksi pada jantung secara garis besar dapat dilihat pada gambar berikut ini.




















Gambar 9.5: Anatomi Jantung (Martini, 2001, hal 661)

3. Elektrokardiogram.
Elektrokardiogram (EKG) merekam Frekuensi dan perjalanan listrik dari nodus SA sampai dengan serabut purkinye. EKG merupakan alat diagnostik yang cukup efektif dalam mengetahui fungsi jantung. EKG dapat melihat: Gangguan irama, Pembesaran atrium maupun ventrikel, adanyakerusakan myokard, perubahan kadar ion-ion yang abnormal.










Gambar 9.6: Anatomi Jantung (Martini, 2001, hal 661)
Gelombang P menggambarkan depolarisasi Atrium. P-R Interval menggambarkan waktu antara mulai depolarisasi atrium dan waktu mulai depolarisasi ventrikel. P-R Segmen menggambarkan depolarisasi atrium dan penghantaran melalui nodus AV. QRS Kompleks menggambarkan depolarisasi Ventrikel. S-T Segmen menggambarkan akhir depolarisasi ventrikel sampai permulaan repolarisasi vebtrikel. Gelombang T menggambarkan Repolarisasi Ventrikel. S-T Interval menggambarkan Interval antara akhir depolarisasi dan akhir repolarisasi ventrikel. Q-T Interval menggambarkan waktu depolarisasi ventrikel sampai dengan repolarisasi ventrikel. Repolarisasi atrium bersamaan waktunya dengan depolarisasi ventrikel sehingga tidak tampak dalam EKG.

4. Siklus Jantung

Dalam siklus jantung terjadi sistol dan diastole. Sistol adalah Kontraksi atrium dan ventrikel sedangkan Diastol merupakan Relaksasi Atrium dan ventrikel. Saat Atrial sistol kedua atrium berkontraksi memompakan darah ke ventrikel dan saat Ventrikular sistol kedua ventrikel kontraksi memompakan darah ke arteri pulmonalis dan aorta. Selama Atrial Diastol (Relaksasi atrium), atrium terisi kembali oleh darah dari vena-vena besar dari tubuh dan selama Ventrikular Diastol (Relaksasi ventrikel, dimulai sebelum atrial sistol), ventrikel terisi darah dari atrium.



Secara skematik siklus jantung dapat diilustrasikan sebagai berikut:
Depolarisasi menjalar keseluruh ventrikel

Ventrikel kontraksi
tekanan didalamnya meningkat melebihi tekanan atrium

Penutupan katup mitral dan trikuspid (bunyi jantung 1).





Tekanan ventrikel terus meningkat
melebihi tekanan aorta Dan arteri pulmonalis

katup aorta dan arteri pulmonalis terbuka

darah keluar dari ventrikel (fase ejeksi cepat)

tekanan dalam ventrikel menurun

Tekanan terus menurun dan lebih rendah dari tekanan
Aorta atau arteri pulmonalis

Katup semilunar menutup
(bunyi jantung 2)
darah dari vena pulmonal dan vena kava
mengisi kedua atrium

peningkatan tekanan atrium

katup trikuspid dan mitral terbuka

darah mengalir ke ventrikel secara cepat
(fase pengisian cepat)
makin lama makin lambat

berhenti
(tekanan atrium dan ventrikel sama)

kontraksi atrium
(Depolarisasi atrium) sisa darah didalam atrium masuk ke ventrikel
Dengan menggunakan gambar siklus jantung dapat diilustrasikan sebagai berikut:


5. Faktor Penentu Kerja Jantung
Fungsi jantung dipengaruhi oleh 4 faktor utama yang saling terkait dalam menentukan isi sekuncup (stroke volume) dan Curah jantung (Cardiac Output ) yaitu:
1. Beban awal (preload)
2. Kontraktilitas
3. Beban Akhir (afterload)
4. Frekuensi jantung
Curah jantung merupakan faktor utama yang perlu diperhitungkan dalam sirkulasi, karena curah jantung mempunyai peranan penting dalam transportasi darah. Curah jantung adalah jumlah darah yang dipompakan oleh oleh ventrikel dalam satu menit. Nilai normal pada orang dewasa sekitar 5 liter/menit. Pengaturan curah jantung tergantung dari dua variabel yaitu frekuensi jantung dan volume sekuncup.
Isi atau volume sekuncup merupakan sejumlah darah yang dipompakan keluar dari masing-masing ventrikel setiap denyut jantung. Volume sekuncup tergantung dari 3 variabel: Beban awal, kontraktilitas, beban akhir.

II. PEMBULUH DARAH
A. Anatomi Pembuluh Darah.
Pembuluh darah dalam system sirkulasi terdiri atas Arteri, Arteriol, Kapiler, Venul dan Vena. Secara gambaran anatomis dapat di perlihatkan sebagai berikut:

Gambar 9.7: Histologi Struktur Pembuluh Darah (Martini, 2001, hal 695)

1. Arteri
Arteri berfungsi untuk transportasi dengan tekanan yang tinggi ke jaringan jaringan. Karena itu sistem arteri mempunyai dinding yang kuat, dan darah mengalir dengan cepat menuju jaringan. Dinding aorta dan arteri relatif mengandung banyak jaringan elastis. Dinding tersebut teregang waktu sistol dan mengadakan rekoil pada saat diastol.
Saluran pada pembuluh darah termasuk arteri disebut dengan lumen. Lumen arteri dikelilingi oleh lapisan tipis yang disebut dengan tunika. Tunika intima merupakan lapisan paling dalam, terdiri atas sel endotel, lapisan sub endotel merupakan jaringan ikat, dan lapisan paling luar merupakan serat elastis. Tunika Media merupakan lapisan setelah tunika intima, terutama terdiri atas jaringan ikat, sel otot polos dan jaringan elastis. Arteri yang lebih besar memiliki jaringan elastis yang lebih banyak dibandingkan dengan otot polos. Pada arteri yang lebih kecil jaringan elastis di tunika media digantikan oleh otot polos. Pada bagian paling luar terdapat Tunika Adventitia, terutama tersusun atas serabut kolagen dan jaringan elastis. Terdapat syaraf dan pembuluh limfe. Pada arteri yang lebih besar banyak mengandung pembuluh darah yang disebut vasa vasorum.

2. Arteriol
Arteriol merupakan cabang-cabang paling ujung dari sistem arteri, berfungsi sebagai katup pengontrol untuk mengatur pengaliran darah ke kapiler. Arteriol juga mempunyai dinding yang kuat. Arteriol mampu konstriksi/menyempit secara komplit atau dilatasi/melebar sampai beberapa kali ukuran normal, sehingga dapat mengatur aliran darah ke kapiler. Dinding arteriol mengandung sedikit jaringan elastis dan lebih banyak otot polos . Otot ini dipersarafi oleh serabut saraf kolinergik yang fungsinya vasodilatasi. Arteriol merupakan penentu utama resisten /tahanan aliran darah, perubahan kecil pada diameternya menyebabkan perubahan yang besar terhadap resistensi perifer

3. Kapiler
Kapiler berfungsi sebagai tempat pertukaran cairan dan nutrisi antara arah dan ruang intersitial. Untuk peran ini kapiler dilengkapi dinding yang sangat tipis dan permeabel terhadap subtansi-subtansi bermolekul halus.


Gambar 9.8: Struktur Kapiler (Martini, 2001, hal 699)

4. Venul
Dinding venul hanya sedikit lebih tebal daripada dinding kapiler. Venul berfungsi menampung darah dari kapiler dan secara bertahap bergabung kedalam vena yang lebih besar.

5. Vena
Vena berfungsi sebagai jalur transportasi darah dari jaringan kembali ke jantung. Karena tekanan dalam sistem vena rendah (0 – 5 mmHg),maka dinding vena tipis namun berotot dan ini memungkinkan vena berkontraksi sehingga mempunyai kemampuan untuk menyimpan atau menampung darah sesuai kebutuhan tubuh. Kebanyakan vena membawa darah yang kurang oksigen kecuali di beberapa tempat yaitu:
a. Empat buah vena pulmonal
b. Vena pada sistem portal hepatik
c. Sistem Portal Hipofisis
Vena memiliki tiga lapisan seperti pada arteri yaitu Tunika intima, media dan adventitia. Tunika media lebih tipis, mengandung lebih sedikit jaringan elastis, jaringan kolagen dan otot polos. Nutrisi disuplai dari vasa vasorum. Vena biasanya memiliki sepasang katup semilunar bikuspid yang memungkinkan darah mengalir hanya pada satu arah dan meminimalkan aliran balik darah. Tekanan darah pada vena rendah dan aliran darahnya dibantu oleh pompa dari otot disekitar vena (tekanan pada vena saat otot berkontraksi). Katup pada vena merupakan bentuk lipatan dari tunika intima. Banyak terdapat pada vena di kaki untuk mencegah gaya gravitasi yang menghambat pengembalian darah ke jantung. Tidak terdapat katup pada vena dengan diameter kurang dari 1 mm atau pada area dengan tekanan otot yang besar seperti pada rongga dada dan abdomen.


Gambar 9.9: Arteri Sistemik (Martini, 2001, hal 725)


Gambar 9.10: Arteri di Daerah Dada dan Ekstremitas atas (Martini, 2001, hal 727)


Gambar 9.11: Arteri besar di Daerah Abdomen (Martini, 2001, hal 730)


Gambar 9.12: Vena Besar Sistemik (Martini, 2001, hal 735)


Gambar 9.13: Vena Besar di daerah dada, abdomen dan ekstremitas atas (Martini, 2001, hal 738)


B. Sirkulasi Darah
Pembuluh-pembuluh darah membentuk lingkaran sirkulasi. Sirkulasi darah didalam tubuh terdapat dua sirkuit yang utama yaitu: sirkulasi pulmonal dan sirkulasi sistemik.
1. Sirkulasi Sistematik
Sirkulasi sistemik memiliki karakteristik sebagai berikut:
a. Mengalirkan darah ke berbagai organ
b. Memenuhi kebutuhan organ yang berbeda
c. Memerlukan tekanan permulaan yang besar
d. Banyak mengalami tahanan
e. Kolom hidrostatik panjang

Pembuluh darah utama dalam sirkulasi sistemik:
a. Arteri utama adalah aorta dengan bagian pertama yang keluar dari ventrikel kiri adalah ascending aorta, yang melengkkung disebut dengan arkus aorta dan bagian yang turun ke aorta dan abdomen disebut dengan decending aorta.
b. Vena besar yang memasuki atrium kanan adalah vena kava asuperior yang membawa darah dari tubuh bagian atas, vena kava inferior yang membawa darah dari ekstremitas bawah, pelvis dan abdomen.
c. Sinus koronarius mengalirkan darah dari sirkulasi koroner.

Gambar 9.14: Sirkulasi Sistemik (Martini, 2001, hal )

2. Sirkulasi Pulmonal
Sirkulasi Pulmonal memiliki karakteristik sebagai berikut:
1. Hanya mengalirkan darah ke paru-paru
2. Hanya berfungsi untuk paru-paru
3. Mempunyai tekanan permulaan yang rendah
4. Hanya sedikit mengalami tahanan
5. Kolom hidrostatiknya pendek
Arteri dan Vena sirkulasi pulmonal
a. Pembuluh darah utama dalam sistem sirkulasi ini adalah: Trunkus pulmonarius dan dua arteri pulmonal yang membawa darah yang belum teroksigenasi dari ventrikel kanan ke paru-paru
b. Darah yang telah teroksigenasi kembali ke atrium kiri melalui 2 vena dari masing-masing paru


Gambar 9.15:Sirkulasi Pulmonal (Martini, 2001, hal )

3. Sirkulasi Koroner
Efisiensi jantung sebagai pompa tergantung dari nutrisi dan oksigenasi yang cukup pada otot jantung. Sirkulasi koroner meliputi seluruh permukaan jantung dan membawa oksigen untuk miokardium melalui cabang-cabang intra-miokardial yang kecil-kecil
Aliran darah koroner meningkat pada:
a. Aktifitas
b. Denyut jantung
c. Rangsang sistem syaraf simpatis

4. Sirkulasi Portal
Sirkulasi Portal terdiri atas sistem portal hepatik yang membawa darah dari kapiler di intestinal ke hati dan sistem portal hipofisis yang membawa darah dari hipotalamus ke hipofisis.


Gambar 9.16: Sistem Portal di Sistem Pencernaan (Martini, 2001, hal )

5. Sirkulasi Serebral
Otak di perdarahi oleh empat arteri besar yaitu dua arteri vertebral dan dua arteri karotis interna. Darah dari arteri vertebra memperdarahi serebellum, batang otak, dan bagian posterior dari serebrum. Arteri karotis interna memperdarahi serebrum dan kedua mata.
Pengembalian darah dari otak melalui sinus venosus yang ada di duramater. Dari sinus venosus darah akan masuk ke vena jugularis interna lalu ke vena brachiocephalic dan ke vena kava superior.

Gambar 9.17: Sirkulasi Serebral/Arteri (Martini, 2001, hal )


Gambar 9.18: Sirkulasi Serebral/Vena (Martini, 2001, hal )

6. Sirkulasi Di Kulit
Dilatasi dan kontriksi pemb. Darah dikulit memungkinkan pengaturan radiasi panas dari sistem integumen. Saat tubuh mengalami panas banyak darah yang dialirkan ke bagian permukaan dari kulit dan sebaliknya

7. Sirkulasi Di Otot Rangka
Otot diberikan nutrisi oleh darah dan darah juga membawa produk buangan baik saat otot beraktivitas maupun istirahat.. Kontrol utama dilakukan oleh vasodilator syaraf simpatis (kolinergik) yang menyebabkan pembuluh darah dilatasi dan meningkatkan aliran darah ketika dibutuhkan. Respon Autoregulasi oleh spinkter prekapiler yang berdilatasi dalam merespon penurunan kadar oksigen di otot otot yang aktif.

C. Fisiologi Sirkulasi
Prinsip Aliran darah adalah hemodinamik yaitu pengaturan fisiologis dari aliran darah, tekanan dan tahanan dalam mempertahankan homeostasis dan Aliran darah yaitu sejumlah /volume darah yang melewati pembuluh darah dalam waktu tertentu.

1. Pertimbangan Biofisika: Hubungan antara aliran, tekanan dan tahanan:
a. Aliran
Aliran melalui pembuluh darah ditentukan oleh dua faktor:
1) Perbedaan tekanan (ΔP=P1 – P2) merupakan penyebab terdorongnya darah melalui pembuluh.
2) Hambatan terhadap aliran darah sepanjang pembuluh, yang disebut “vascular resistance” atau tahanan pembuluh.

Beda tekanan antara dua ujung pembuluh menyebabkan darah mengalir dari daerah bertekanan tinggi ke daerah bertekenan rendah, sedangkan resistensi/tahanan menghambat aliran.
Perbedaan tekanan antara kedua ujung pembuluh menentukan kecepatan aliran, dan bukan tekanan absolut didalam pembuluh. Misalnya: jika tekanan pada kedua ujung pembuluh 100 mmHG, maka tidak akan ada aliran.
Aliran darah (blood flow) adalah sejumlah darah yang melalui suatu titik pada sirkulasi dalam suatu periode tertentu. Digunakan satuan ml/menit atau L/menit atau ml/detik. Aliran darah pada orang dewasa saat istirahat adalah 5 L/menit, yang disebut sebagai curah jantung (cardiac output). Ini merupakan jumlah darah yang dipompakan ventrikel jantung dalam 1 menit (jumlah darah yang melalui sirkulasi sistemik maupun pulmonal harus sama.

b. Tekanan Darah
Tekanan darah hampir selalu diukur dengan mmHg, yang telah dipakai sebagai standar referensi selama bertahun-tahun. Tekanan darah (blood pressure) adalah tenaga yang diupayakan oleh darah untuk melewati setiap unit atau daerah dari dinding pembuluh darah. Bila seseorang mengatakan tekanan darahnya adalah 50 mmHg, maka tenaga yang dikeluarkan akan cukup mendorong merkuri dalam tabung setinggi 50 mm.

Faktor-faktor yang mempengaruhi tekanan darah:
1) Tekanan hidrostatik dan gaya gravitasi
2) Volume darah
3) Elastisitas pembuluh darah
4) Cardiac Output
5) Viskositas/kekentalan darah dan resistensi

Pengaturan Tekanan Darah
1) Pusat Vasomotor
2) Pusat Cardioregulator
3) Baroreseptor
4) Pusat yang lebih tinggi di otak, dan emosi
5) Hormon dan kimia
6) Kemoreseptor
7) Pengaturan oleh ginjal
8) Pertukaran cairan di kapiler

Pengaturan Tekanan Darah untuk jangka pendek:
1) Sistem Syaraf
• Pusat Vasomotor
• Refleks Baroreseptor
• Refleks Kemoreseptor
• Pengaruh pusat otak tertinggi
2) Kontrol Kimia
• Hormon kelenjar adrenal: epinephrin dan norepinephrin
• Hormon natriuretik atrium
• Hormon ADH
• Angiotensin II
• Endothelium-derived factor
• Nitric Oxide (NO) disebut juga dengan endothelium derived relaxing factor (EDRF)
• Alkohol
• Kimia-kimia inflamasi

Pengaturan Tekanan Darah untuk jangka panjang oleh ginjal
Ginjal mempertahankan homeostatis tekanan darah dengan meregulasi volume darah dengan mempertahankannya kira-kira sekitar 5 L. Volume darah merupakan faktor penentu utama dari curah jantung. Mempengaruhi tekanan vena, aliran balik, volume akhir diastol dan isi sekuncup. Peningkatan volume darah diikuti dengan peningkatan tekanan darah dan sebaliknya. Peningkatan volume darah serta tekanan darah merangsang ginjal untuk mengeluarkan cairan.
Pengaturan ginjal bersifat langsung dan tidak langsung dalam mengatur tekanan darah. Mekanisme langsung adalah dengan mempengaruhi volume darah (saat vollume/tekanan darah meningkat, filtrasi di glomerulus dipercepat). Mekanisme tidak langsung adalah dengan mekanisme Renin Angiotensin . Saat tekanan arteri menurun ginjal mengeluarkan renin

Pengaturan tekanan vena
Aliran balik darah ke jantung ditentukan oleh 5 faktor utama:
1) Tekanan arteri
2) Tekanan atrium kanan
3) Resistensi aliran darah didalam pembuluh darah
4) Pompa vena
5) Tekanan hidrostatik



c. Resistensi terhadap aliran Darah
Tahanan/resistensi adalah hambatan terhadap aliran darah dalam suatu pembuluh, yang tidak dapat diukur secara langsung. Akan tetapi tahanan dapat diukur secara tidak langsung, bila besar aliran darah dan perbedaan tekanan dalam pembuluh darah diketahui. Jika beda tekanan antara dua titik adalah 1 mmHg dan alirannya 1 ml/detik maka besar tahanan/resistensi adalah 1pru (Pheriperal resistence unit). Kecepatan aliran darah melalui sistem sirkulasi saat istirahat mendekati 100ml/detik. Perbedaan tekanan antara arteri sistemik dan vena sistemik sekitar 100 mmHg. Jadi SVR (Systemic Vascular Resistence) = 100/100 = 1pru.
Pada tekanan dimana pembuluh-pembuluh darah diseluruh tubuh mengalami vasokontraksi, maka SVR meningkat sampai 4 pru. Bila pembuluh darah mengalami vasodilatasi hebat maka SVR dapat mengecil sampai 0,25 pru. Pada sistem pulmonal, tekanan pulmonal rata-rata (mean pulmonal arteri pressure-MAP) = 13 mmHg, dan tekanan atrium kiri rata-rata (mean left atrial pressure-LAP) = 4 mmHg. Perbedaan tekanan adalah 9 mmHg, maka PVR (Pulmonal Vascular Resistance) dalam keadaan istirahat adalah 0,09 pru.

2. Viskositas
Viskositas darah sebagian besar tergantung pada hematokrit (Ht), yitu presentase volum darah yang ditempati sel darah merah. Ini berarti pada penderita dengan Ht 40%, maka 40% dari volume darahnya merupakan sel-sel dan sisanya plasma. Ht normal untuk laki-laki ± 42%, sedangkan untuk wanita ± 38%. Makin banyak sel-sel didalam darah maka Ht semakin tinggi, dan semakin banyak gesekan yang terjadi antara berbagai lapisan darah. Viskositas meningkat drastis jika Ht meningkat. Selain Ht dan protein plasma, ada tiga faktor lain yang juga mempengaruhi viskositas darah pada pembuluh darah halus adalah:
1 Aliran pada pembuluh darah yang sangat halus menunjukkan pengaruh kekentalan yang kurang dibandingkan pada pembuluh darah besar. Pengaruh ini disebut “Fahreaus Linguist Effect”. Ini mulai tampak bila diameter pembuluh kurang dari 1,5mm, efek tersebut sangat nyata dan viskositas secara teoritis mungkin menjadi 0,5 daripada viskositas dipembuluh darah besar.Pengaruh “Fahreaus Linguist Effect” ini disebabkan oleh karena cara mengalir darah di dalam pembuluh yang halus.
2 Viskositas darah meningkat drastis bila kecepatan aliran darah menurun.
3 Sel-sel seringkali berhenti mengalir di pembuluh darah halus. Bila ini terjadi, aliran darah berhenti berhenti total untuk beberapa detik atau lebih akibatnya viskositas meningkat

D. Sirkulasi Darah Janin

Perbedaan secara anatomis padansirkulasi darah janin dengan sirkulasi dewasa adalah adanya:
1. Duktus venosus
2. Duktus arteriosus
3. Foramen ovale
Darah janin dialirkan ke plasenta melalui arteri umbilikalis dan disini dimuat dengan bahan makanan yang berasal dari darah ibu. Darah ini masuk kedalam badan janin melalui vena umbilikalis yang bercabangdua setelah memasuki dinding perut janin. Cabang yang kecil bersatu dengan vena porta, darahnya beredar dalam hati dan kemudian diangkut melalui vena hepatika kedalam vena kava inferior. Cabang satunya adalah duktus venosus arantii yang langsung masuk kedalam vena kava inferior.
Dengan demikian vena kava inferior setelah dimasuki darah dari vena hepatika dan dari duktus arantii mengandung darah “bersih”, tapi di campuri dengan darah “kotor” dari anggota bawah janin. Darah dari vena cava inferior setelah masuk ke atrium kanan sebagian masuk ke atrium kiri melalui foramen ovale dan sebagian masuk ke ventrikel kanan bersama-sama dengan darah dari vena kava superior yang membawa darah dari kepala dan anggota atas. Darah dari ventrikel kanan masuk ke arteri pulmonalis, tetapi sebelum sampai ke paru-paru sebagian dialirkan ke aorta melalui duktus arteriosus botalii. Sebagian kecil ke paru-paru dan melalui vena pulmonalis masuk ke atrium kiri dan bersama dengan darah dari atrium kanan yang berasal dari vena kava inferior masuk ke ventrikel kiri dan terus ke aorta. Darah yang ke paru-paru bukan untuk pertukaran gas tetapi untuk memberi nutrisi pada paru-paru yang sedang tumbuh. Darah aorta di sebarkan ke anggota tubuh tetapi darah banyak menuju ke arteri hipogastrik (cabang dari arteri iliaka komunis) lalu ke arteri umbilikalis dan selajutnya ke plasenta.
Darah yang beredar di janin selalu merupakan darah campuran dan isi vena kava inverior lebih bersih dari isi aorta. Setelah anak lahir, karena anak bernafas terjadilah penurunan tekanan dalam arteri pulmonalis sehingga banyak darah mengalir ke paru-paru. Duktus arteriosus botalii tertutup 1-2 menit setelah anak bernafas. Dengan terguntingnya tali pusat, maka darah dalam vena kava inferior berkurang dan dengan demikian juga tekanan dalam atrium kanan berkurang, sebaliknya tekanan dalam atrium kiri bertambah karena darah yang datang dari paru-paru bertambah. Akibatnya adalah penutupan foramen ovale. Sisa duktus arteriosus botalii disebut ligamentum arteriosum dan dari duktus venosus arantii menjadi ligamentum vesico umbilical lateral kiri dan kanan.
Oksigen janin lebih rendah dibandingkan dengan orang dewasa. Untuk mengimbangi keadaan ini peredaran darah janin lebih cepat, kadar Hb janin lebih tinggi (sampai 18 gr%) dan eritrositnya lebih banyak (5,5 juta/mm3). Hb janin diproduksi dalam hati sedangkan Hb orang dewasa pada sumsum merah. Janin lebih mudah mengambil dan menyerahkan O2 dari pada orang dewasa. Janin baru diganti seluruhny oleh Hb biasa pada umur 4 bulan atau lebih. Selama janin dalam rahim ternyata ia sudah melakukan pergerakan pernafasan. Pergerakan ini rupanya perlu untuk perkembangan pembuluh darah paru-paru. Jadi pernafasan setelah anak lahir sebetulnya hanya lanjutan gerakan pernafasan intrauterin.



Gambar 9.19: Peredaran darah janin (Martini, 2001, hal )

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda